Home / ---- / Panti PSKW Andam Dewi Sukarami Dapat kiriman 29 Wanita Penyandang Masalah Sosial

Panti PSKW Andam Dewi Sukarami Dapat kiriman 29 Wanita Penyandang Masalah Sosial

SOLOK (LN)– Panti Karya Sosial Wanita (PSKW) Andam Dewi milik Dinas Sosial Sumbar di Sukarami, Kabupaten Solok, mendapat kiriman 29 wanita penyandang masalah sosial baru dari sejumlah daerah.

Sebanyak 11 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, tujuh Bukittinggi, enam Padang dan lima Pariaman. Dengan demikian penghuni Panti Andam Dewi saat sekarang ada sebanyak 53 orang.

Kepala Panti Andam Dewi Sukarami, Syahbana menjelaskan, di kompleks panti itu terdapat dua wisma utama untuk tempat tinggal penghuni panti, masing-masing Wisama terdiri dari 5 ruang kamar tidur. Setiap kamar katanya terdapat dua kasur tempat tidur untuk dua warga binaan.

Selama berada di dalam Panti Andam Dewi, seluruh wanita penyandang sosial warga binaan itu mendapatkan berbagai bekal keterampilan seperti menjahit, bordir, membuat berbagai souvenir dan lain sebagainya.

Program tersebut juga mendapat bimbingan konseling, melaksanakan ibadah salat berjamaah, mendengarkan ceramah agama dari ustad, olahraga dan aktivitas kegiatan positif lainnya.

Bukan itu saja, para penghuni panti juga diberi motivasi untuk menjalani hidup yang  lebih baik, panti ini juga menerapkan sistem ala semi pe­santren. Dimana, setiap hari me­reka diwajibkan untuk belajar membaca Alquran. Selain itu, setiap hari juga didatangkan ustad untuk memberikan siraman ro­hani, disamping kegiatan olahraga untuk menunjang kesehatan jas­maninya.

“Mereka juga dilatih dengan keterampilan menjahit dan mem­bordir sebagai modal untuk memulai kehidupan baru setelah keluar nanti,” terang Syahbana.

Seluruh warga binaan tersebut juga mendapatkan jatah makan tiga kali sehari, dengan menu makanan yang bervariasi. Umumnya mereka berada di dalam panti selama enam hingga delapan bulan.

Beberapa waktu lalu, katanya, Panti Andam Dewi juga sudah memulangkan sejumlah wanita warga binaan kedaerah asal mereka masing-masing, karena dinilai sudah layak dan mampu untuk berdikari sendiri dan memulai hidup baru dengan bekal keterampilan yang diterima selama berada didalam panti.

“Warga binaan yang diperbolehkan pulang dan diserahkan kembali ke keluarganya masing-masing itu, juga diberi modal secukupnya untuk membuka usaha dan bisa hidup mandiri,” sebutnya.

 

 

sumber : singgalang

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *