Home / ---- / Pasca Banjir di Gadur, Masyarakat dan Aparat Goro Bersama

Pasca Banjir di Gadur, Masyarakat dan Aparat Goro Bersama

amiruddinPARIAMAN (LN) – Tingginya curah hujan, Selasa (23/3) menyebabkan banjir dibeberapa titik di Kabupaten Padang Pariaman, mengakibatkan beberapa tempat terkena banjir, antara lain Kecamatan Ulakan Tapakis di Nagari Tapakis dan Nagari Ulakan, Kecamatan Lubuk Alung di Nagari Sikabu, Kecamatan Batang Anai di Nagari Kasang serta kec. Enam Lingkung di Nagari Gadur.

Seperti di wilayah Perumahan Kasai Nagari Kasang Kabupaten Padang Pariaman, ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga masyarakat setempat harus dievakuasi ke lokasi aman. Meskipun demikian korban jiwa tidak ada, namun korban harta benda seperti pertanian, peternakan diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Padangpariaman, Amiruddin usai melakukan rapat koordinasi di kantor Bupati Padangpariaman, Sabtu (26/3) mengatakan, Bencana banjir kali ini merupakan bencana terparah dalam tahun ini. Seperti terlihat, di kecamatan Batang Anai, 6 rumah dibawa arus air dan 9 rumah mengalami rusak berat.

IMGBahkan seluruh instansi terkait di Padangpariaman, seperti BPBD, TNI, Polri, dan lainnya melakukan tanggap darurat.

Menurut pantauan media ini dilapangan, Jumat (25/3), di Nagari Gadur hampir semua terkena banjir, seperti Korong Kapuah, korong Simpang, korong Batiah-batiah dan korong Padangbungo. Hanya Kampung dalam yang terbebas banjir. Sedangkan daerah terparah yakni Korong Batiah-batiah.

Camat Enam Lingkung, Irsyaf Bujang ditemui (26/3) mengatakan, “Bencana banjir ini sudah meluluhlantakan harta benda yang ada. Meskipun demikian, kita harus bisa mengambil hikmah dari setiap bencana terjadi.

Mulai saat ini, kita harus menyadari arti pentingnya lingkungan. Lingkungan perlu diperhatikan dan dijaga secara baik, dan apabila diabaikan maka bisa mendatangkan bencana.

Sementara itu, Wali Korong Padang bungo, Joniwan Putra didampingi walikorong Simpang, Nada saat ditemui menyampaikan, “Titik air sudah melebihi ambang batas sehingga 3,5 Ha lahan pertanian dan beberapa ekor ternak milik masyarakat ludes direndam banjir.

Pasca benjir, masyarakat bersama aparatur Kecamatan Enam lingkung, PKK, TNI, Polri secara bergotongroyong mulai melakukan pembersihan rumah masyarakat serta fasilitas umum yang rusak tergenang air, dengan melakukan pembersihan riol, penanaman bunga dan sebagainya. (JR.Pratama)

Check Also

Riza Falepi : Tidak Nomor 1 Tidak Maju di Pilgub Sumbar

Padang (LN)—Walikota Payakumbuh Riza Falepi secara tegas menyatakan sikap tidak akan maju pada Pilkada Sumbar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *