Home / ---- / Pembangunan Jembatan Sikabu Dikebut, PT. Maidah Terapkan Protokoler Covid 19

Pembangunan Jembatan Sikabu Dikebut, PT. Maidah Terapkan Protokoler Covid 19

Padang (LN)—Jembatan Sikabu/Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman yang rusak akibat bencana pada tahun 2017 lalu, kini sudah dimulai pembangunannya.

Pembangunan jembatan itu sangat dinantikan masyarakat setempat karena sebagai akses penghubung transportasi darat untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan sebagainya.

Pemerintah Kab. Padang Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun anggaran (TA) 2020 mengalokasi dana sebesar Rp. 24.829.897.000,- untuk Rehabilitasi / Rekonstuksi Jembatan Sikabu / Kayu Gadang Kec. Lubuk Alung.

Berdasarkan hasil tender, pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi / Rekonstuksi Jembatan Sikabu / Kayu Gadang Kec. Lubuk Alung diserahkan kepada PT. Maidah Rekajaya (MR) dengan harga penawaran Rp. 22.366.720.832,-

PT. Maidah Rekajaya (MR) merupakan perusahaan lokal di Sumbar, namun memiliki segudang pengalaman di bidang jasa konstruksi.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa proyek yang pernah ditanganinya, seperti pembangunan Jembatan Campago Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman (2016), serta
Pembangunan Jembatan Paket II Jembatan Koto Lua yang berlokasi di Limau Manis Kec. Pauh Kota Padang (2018) dan masih banyak yang lainnya, semua berhasil dituntaskan dengan baik.

Site Manager (SM) PT. Maidah Rekajaya (MR), Antoni Eka Saputra, ST mengatakan, pekerjaan Rehabilitasi / Rekonstuksi Jembatan Sikabu / Kayu Gadang Kec. Lubuk Alung berjalan sesuai rencana.

Meskipun ditengah Pandemi Covid 19, namun pekerjaan tetap dikebut dengan selalu menjalankan Protokoler Penanganan Covid-19 dan bekerjasama dengan Puskesmas Lubuk Alung.

Ditargetkan, pembangunan Rehabilitasi Jembatan Sikabu ini tuntas sesuai jadwal diberikan.

Untuk jangka waktu pelaksanaan pekerjaan diberikan selama 210 hari, dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 20 April hingga 15 November 2020

Pada Minggu ke-VI, periode 25 Mei sampai 31 Mei 2020 pencapaian bobot defiasi (plus) 1,114 persen.

Dari rencana schedule 0,702 persen, sedangkan realisasi mencapai 1,816 persen, ucapnya.

Dengan tahapan pekerjaan yakni pemancangan tiang pancang beton.

Dalam melaksanakan pekerjaan, PT. Maidah Rekajaya (MR) selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknis seperti dalam menggunakan material alam serta memenuhi kewajiban dalam membayar Pajak Galian C serta Gambar Rencana yang telah diberikan dan juga untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selalu menjadi perhatian penting guna mengantisipasi serta menekan resiko kecelakaan pada saat bekerja sehingga seluruh tenaga kerja yang ikut melaksanakan pekerjaan ini sudah didaftarkan dalam Asuransi Tenaga Kerja.

Untuk itu, PT. MR menekankan para pekerja untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta meningkatkan kewaspadaan pada saat bekerja.

Check Also

Atur Pengadaan Bagi bagi Proyek di Kab. Kutai, Bupati dan Kadis PUPR Kena OTT KPK

Jakarta (LN)–Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan terhadap enam tersangka dalam kegiatan tangkap tangan di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *