Home / ---- / Pemberdayaan Masyarakat Miskin Masih “Menunggu”

Pemberdayaan Masyarakat Miskin Masih “Menunggu”

esti2PADANG (LN)—Masyarakat miskin harus bersabar diri untuk sesa’at, apabila ingin mendapatkan bantuan pemerintah. Alasannya, Program pengentasan kemiskinan yang ditujukan untuk masyarakat miskin diperkotaan/desa hingga saat ini masih belum bisa dilaksanakan. Tertundanya program ini, karena adanya perubahan nomenklatur dan struktur organisasi di tubuh Kementrian Sosial RI.

Sebelumnya, ada tiga Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kementerian Sosial yaitu Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan dan Ditjen Rehabilitasi Sosial.

Sekarang, Ditjen di Kementerian Sosial telah bertambah 1 (satu) yang dipisahkan dengan urusan Penanganan Fakir Miskin dari Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan.

Sehingga, Dinas Sosial Provinsi di seluruh Indonesia, khususnya Bidang Pemberdayaan Sosial hingga saat ini tidak bisa berbuat apa-apa karena harus menunggu revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran  (DIPA) TA.2016.

Sebagaimana terlihat, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumbar, khususnya Bidang Pemberdayaan sosial belum bisa berbuat apa-apa, sedangkan bidang lainnya sudah mulai melaksanakan kegiatannya.

Kabid Pemberdayaan Sosial, Esti Pratiwi didampingi Kasi Pemberdayaan fakir miskin, Sudrajat saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/3) mengatakan, “Saat ini belum ada kegiatan yang bisa dilaksanakan, karena masih menunggu revisi DIPA.

Esti juga menjelaskan, Akibatnya Kegiatan Pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan/kota yang ada pada tahun ini juga ikut tertunda.

Meskipun demikian, “Kita tetap melakukan persiapan sampai DIPA tersebut diterima. Selain itu, menerima proposal yang masuk serta laporan pelaksanaan kegiatan dari kab/kota di tahun sebelumnya. (JR/Fit)

Check Also

Terapkan Protokol Kesehatan, Bukittinggi Minta Keluar PSBB Menuju News Normal

Bukittinggi (LN)—- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bertemu dengan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *