Home / ---- / Pemilik Toko 4F Damarus Bantah Tudingan Menjual Minuman Alkohol Oplosan

Pemilik Toko 4F Damarus Bantah Tudingan Menjual Minuman Alkohol Oplosan

Padang (LN)–Pemilik Toko 4F Damarus merasa tidak mendapatkan keadilan (persekusi) atas perkara yang menimpa dirinya, Senin 20 Mei 2019 lalu.

Karena, apa yang dituduhkan terhadap dirinya sebagai penjual minum beralkohol oplosan dirasakan tidak sesuai dengan fakta dan prosedur hukum yang berlaku.

Hal itu dipaparkan pemilik Toko 4F Damarus Tjendrawati Sio alias Cece didepan wartawan saat dilakukan nya konferensi pers, Selasa (22/7) bertempat di kawasan kampung Pondok, Padang.

Pada kesempatan itu, Tjendrawati Sio alias Cece didampingi suami, Juli (karyawan) dan tim pengacaranya Devi Diany SH menegaskan, Kami tidak pernah memproduksi minuman beralkohol oplosan sebagaimana ditudingkan.

Sedangkan untuk perdagangan minum beralkohol, Toko 4F Damarus sudah mengantongi izin sesuai dengan aturan yang berlaku, ucap Cece sambil memperlihatkan secarik kertas berkop surat Kementrian Perdagangan bernomor : 30/SIPT/SUBDIS-MB/10/2018, diterbitkan tanggal 31 Oktober 2018 berlaku hingga 12 Januari 2021.

Diceritakan Juli (karyawan Damarus) , pada malam Senin 20 Mai 2019, datang seorang pembeli menanyakan minuman alkohol paket Rp50 ribu.

Lalu Juli menjawab, “Disini tidak ada menjual minuman paket”, ucapnya.

Kemudian pembeli (konsumen) tersebut menelpon seseorang untuk melaporkan hal itu.

Melihat konsumennya rada bingung, maka sebagai pelayan yang baik, Juli menanyakan keinginan pembeli (konsumen) tersebut.

“Abang mo beli minuman apa”, tanya Juli lagi.

Melihat situasi itu, Juli berfikir bahwa pembeli merupakan orang suruhan pelanggannya.

Yang biasanya memesan minuman botol Leci (Rp8 ribu), Bir (Rp20 ribu), Columbus (Rp25 ribu) dan M-150 (Rp5 ribu) dengan total harga Rp58 ribu.

Lalu, pembeli (konsumen) menyuruh pelayan toko untuk mencampur beberapa minuman tersebut kedalam kantong plastik.

Dan minuman yang ada dikantong plastik itulah yang dijadikan sebagai barang bukti (BB) dugaan minuman oplosan yang disangkakan kepadanya, papar Cece.

Apabila hal itu yang dijadikan dasar tudingan melakukan perbuatan pelanggar hukum sebagai penjual minuman oplosan, maka para seluruh pedagang penjual makanan/minuman yang membuka akhir kemasan seperti cafe dan restoran juga harus dikenakan hukuman, tuntutnya meminta keadilan.

Karena, definisi minuman alkohol oplosan secara hukum adalah minuman keras yang ditambahkan dengan bahan-bahan sebagai perasa pada minuman keras. Dan bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan minuman oplosan sangat tidak layak dan berbahaya untuk di konsumsi”, jelasnya.

Terkait kasus ini, maka pihak media masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak Polda Sumbar.

Tunggu berita selanjutnya.

#tim

 

Check Also

HUT IKW Ke-4 Tahun, Wako Padang Mahyeldi Didaulat Sebagai “Dewan Pembina Istimewa”

Padang (LN)—Walikota Padang hadiri HUT Ikatan keluarga Wartawan (IKW) ke-4 tahun, bertempat di water park …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *