Home / ---- / Penerimaan Siswa Baru Dijadikan Ajang Cari Keuntungan, Sekolah Jual Pakaian Seragam Diatas Harga Pasar, Orangtua Murid Merasa “Diperas”

Penerimaan Siswa Baru Dijadikan Ajang Cari Keuntungan, Sekolah Jual Pakaian Seragam Diatas Harga Pasar, Orangtua Murid Merasa “Diperas”

PADANG (LN)–Penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) tahun pelajaran 2016/2017 menjadi ajang bagi sekolah untuk meregrut keuntungan. Sekolah mewajibkan kepada orangtua peserta didik baru (ORPEDIKRU) untuk membeli 5 (lima) stell pakaian seragam, diantaranya (1) pakaian olahraga (2) pakaian muslim  (3) pakaian batik (4) pakaian pramuka serta (5) pakaian merah-putih.

Ironisnya, semua pakaian tersebut dijual dengan harga mahal alias diatas harga norma yang ada di pasaran. Diperkirakan, setiap stell pakaian, pihak sekolah meraup keuntungan yang lumayan besar.

Anehnya lagi, harga penjualan pakaian seragam tersebut  di masing-masing sekolah bervariasi.

Seperti di SDN 37 Alang Lawas, dari seluruh item pakaian (5 stell pakaian), ORPEDIKRU dikenakan biaya sebesar Rp800ribu.

Sementara itu, SDN 18 Alang Laweh mematok harga Rp710ribu untuk 5 stell pakaian seragam.

Lain lagi, SDN 15 Belakang Pondok yang hanya mematok harga Rp550ribu untuk 4 (empat) stell pakaian seragam (diluar pakaian merah-putih)

Hebatnya lagi, kwitansi pembayaran sebagai bukti pembelian barang (pakaian) tidak diberikan pihak sekolah kepada ORPEDIKRU, meskipun sudah diminta.

Padahal Dinas Pendidikan Kota Padang sudah mengeluarkan surat nomor : 421.5/2101/DP.Sekre.1/2016 perihal penerimaan peserta didik baru Tahun pelajaran 2016/2017, tanggal 20 April 2016 ditandatangani Drs. Barlius .MM, yang didalamnya berbunyi, “Membebaskan calon peserta didik baru (CPDB) dari segala bentuk pungutan”.

Namun pihak sekolah tetap berupaya mencari celah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang menyedihkan. Yangmana, rata-rata sekolah menjual pakaian sekitar Rp130ribu hingga Rp150ribu per-stell, sementara harga dipasaran berkisar Rp60ribu hingga Rp75ribu. Artinya, keuntungan yang diambil sekolah dari satu stell pakaian sebesar 70 persen hingga 90 persen dari harga yang ada.

Dari pengakuan salah seorang ORPEDIKRU yang anaknya masuk sekolah di SDN 37 Alang Lawas, tidak bersedia namanya disebutkan saat ditemui media ini, Senin (20/6) mengatakan, “Sekolah menjual pakaian seragam seharga Rp800ribu untuk 5 stell pakaian. Secara jujur, saya merasa keberatan dengan harga pakaian tersebut. Karena untuk bisa membayarnya, saya terpaksa harus meminjam uang kepada rentenir, namun harus bagaimana lagi, demi kemajuan anak maka apa saja akan saya lakukan”, akunya dengan nada memelas.

Terkait permasalah tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Syofyadi saat dikonfirmasi via handphone ke nomor 082169922xxx merasa kaget.

Namun Syofyadi tetap membatah dengan alasan kwalitas pakaian tidak sama.  “Terjadinya perbedaan harga pakaian karena kwalitas pakaian tidak sama, jadi wajar harganya berbeda”, ucapnya…(bersambung)

 

Check Also

Sebanyak 18.351 Kelurga PKH Akan Terima Bantuan Beras

Padang—Pemko Padang menyiapkan bantuan sosial yang akan diberikan bagi terdampak PPKM Darurat yang diberlakukan 12 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *