Home / BERITA TERBARU / PN Kelas I A Padang Eksekusi Lahan Bangunan Basko Grand Mall & Hotel

PN Kelas I A Padang Eksekusi Lahan Bangunan Basko Grand Mall & Hotel

Padang (LN)– Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengeksekusi lahan tempat berdirinya bangunan Hotel Basko milik pengusaha asal daerah setempat yaitu Basrizal Koto.

Eksekusi Hotel dan Mall Basko, Kamis (18/1/2018) lalu akan kembali dilanjutkan Senin (22/1/2018) pukul 8.00 WIB pagi.

Eksekusi yang akan dilakukan akan menghabiskan hampir seluruh bangunan hotel dan mall.

Namun, Senator asal Sumatera Barat, Leonardy Harmainy Datuak Bandaro Basa meminta Pengadilan Negeri Padang menghentikan eksekusi tahap dua terhadap Basko Hotel dan Mall karena dianggap akan merugikan Sumbar.

“Eksekusi yang rencananya hari Senin 22 Januari terhadap Basko Mall dan Hotel saya minta ditunda dulu,” kata Anggota DPD RI ini melalui Laksusnews, Minggu (21/1).

Menurut Leonardy, penundaan eksekusi tahap dua ini bukan bentuk pelanggaran hukum. Objek eksekusi ini berupa hotel dan mall adalah tempat usaha, yang melibatkan orang banyak, mulai dari pedagang, karyawan dan pemasok barang dagangan.

Perkara kepemilikan tanah berdasar putusan Pengadilan Negeri Padang dimenangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perintah eksekusi dari Pengadilan Negeri Padang menyisakan pilu bagi pekerja hotel dan mall.

“Eksekusi ini diajukan ke pengadilan oleh pemohon PT Kereta Api Divisi Regional II Sumbar pada 12 Agustus 2016, terhadap objek sengketa perdata yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) melawan PT Basko Minang Plaza,” kata pejabat Humas Pengadilan Padang R Ari Muladi, di Padang, Kamis.

Ari mengatakan lahan yang dimenangkan oleh PT KAI itu seluas 2.161 meter per segi, dengan putusan terakhir terkait lahan itu dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) RI di tingkat kasasi Nomor 604/K/Pdt/2014 tertanggal 12 November 2014.

Basko juga pernah mengajukan Peninjauan Kembali (PK), namun ditolak oleh MA pada 20 September 2017.

Eksekusi lahan itu sudah dipersiapkan sekitar pukul 07.00 WIB, namun dua unit alat berat yang disiagakan di lokasi sejak awal baru mulai bekerja sekitar pukul 13.00 WIB.

Hal itu dikarenakan adanya protes dari pihak Basrizal Koto selaku pemohon, serta diulangnya pengukuran lahan yang akan dieksekusi oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Setelah dilakukan pematokan batas lahan yang akan dieksekusi, dua unit alat berat mulai bekerja dan merobohkan bagian belakang hotel.

Sebelum mulai merobohkan bangunan, petugas memberikan waktu 30 menit untuk mengosongkan bangunan objek eksekusi itu demi keamanan.

Pelaksanaan eksekusi juga berkoordinasi dengan pihak PLN, untuk memutus arus listrik di bangunan tersebut.

Lahan itu meliputi lokasi parkir di belakang hotel, basemen, dapur, ruangan pencucian, dan ruangan lain pada bagian belakang hotel serta mal Basko (berdekatan dengan rel kereta api).

Eksekusi dikawal oleh seratus lebih personel gabungan dari Polres Kota Padang, dan Polda Sumbar.

Ketika alat berat telah merobohkan bagian belakang hotel, eksekusi ditunda untuk mengistirahatkan petugas, dan dilanjutkan kembali pada pukul 16.00 WIB.

Sementara Pengusaha Basrizal Koto, mengatakan pihaknya memrotes karena lahan yang dieksekusi dinilai melebihi dari luas lahan pada objek perkara.

“Luas lahan dalam objek perkara hanya 2.161 meter per segi yaitu lahan parkir, tapi sekarang yang dirobohkan malah sampai 7.000 meter persegi. Saya benar-benar dirugikan dengan eksekusi ini,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ia juga mengaku kecewa karena perlawanan hukum yang ditempuh pihaknya tidak dipertimbangkan oleh eksekutor.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan membuat laporan ke Mahkamah Agung RI terkait peristiwa itu.

#masya

Check Also

Rapat Pleno Terbuka KPU Sumbar, Jumlah DPT Bertambah 76 Ribu

PADANG (LN)–Jumlah pemilih di Sumatera Barat pada Pemilu 2019 bertambah 76.242 orang. Sehingga total pemilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *