Home / ---- / Peringatan Hari Air Sedunia ke-XXV, Dirut PDAM Padang Serukan Peduli Lingkungan Guna Selamatkan Sumber Air

Peringatan Hari Air Sedunia ke-XXV, Dirut PDAM Padang Serukan Peduli Lingkungan Guna Selamatkan Sumber Air

MEMPERINGATI HARI AIR SEDUNIA ke-XXV tahun 2017, menjadi momen untuk mengajak semua pihak peduli dan menjaga sumber daya air. Sumber air merupakan kebutuhan yang penting guna melangsungkan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sebagaimana disampaikan, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kota Padang, Muswendry Evytes, pada upacara peringatan Hari Air Sedunia XXV Sumbar, dipusatkan di Muko Muko Maninjau, Kabupaten Agam, Rabu (22/3/2017).

“Sumber daya air sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan air dari tahun ketahun semakin meningkat. Baik untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti untuk air minum, air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mendorong pembangunan ekonomi seperti untuk pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, pariwisata dan lainnya”.

Sambungnya, “Air dan lingkungan sangat erat hubungannya. Sumber air akan rusak jika lingkungan kita rusak. Akibatnya, sumber air bersih masyarakat juga terganggu. Makanya, kita tak henti-hentinya menyerukan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya memelihara sumber air,” ujar Muswendry.

baca : http://laksusnews.com/tingkatkan-layanan-pdam-padang-ganti-meteran-rusak-dan-tua/

Menurutnya tak ada kata terlambat dalam penyelamatan lingkungan. Pelestarian lingkungan tak ada selesainya, “Tak sulit untuk mencintai lingkungan. Mari bersama-sama menyelamatkan sumber air dengan peduli terhadap lingkungan,” ajaknya.

Seperti di Maninjau, Muswendry mengharapkan pemerintah daerah bisa melanjutkan fungsi danau Maninjau. Danau tersebut tidak saja sumber kehidupan bagi habitat danau, masyarakat dan lingkungan sekitar, tapi juga potensi wisatanya. Danau Maninjau merupakan salah satu dari lima danau yang ada di Indonesia.

Seperti diketahui, era 80-90 an, pariwisata danau Maninjau menggeliat dan terkanal sampai ke mancanegara. Di era 90-an, wisaatawan mancanegara ramai berkunjung ke Maninjau yang menghidupkan ekonomi masyarakat setempat. Namun, belakangan hilang karena air danau sudah tercemar.

“Danau ini akan makin berbahaya untuk kehidupan, habitat dan lingkungan masyarakat di sekitar jika tidak dibenahi. Sudah selayaknya kita memikirkan langkah-langkah untuk mengembalikan air danau sebagai sumber air barsih yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dan lingkungan,” ujarnya.

PENGHIJAUAN DI SUMBER AIR

Sebagai wujud kepedulian dan komitmen memelihara lingkungan dan menjaga sumber air, PDAM Padang giat melakukan penghijauan di kawasan sumber-sumber air baku di Kota Padang. Ada tujuh titik yang difokuskan, seperti Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo an Kuranji. Disetiap titik sumber air itu PDAM melakukan penghijauan penanaman pohon, serta mengelola dengan baik daerah aliran sungai (DAS) tersebut.

Salah satu lokasi yang difokuskan adalah kawasan guo, kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Dilokasi ini PDAM menanam 10.000 pohon. Hal yang sama juga dilakukan di Tabahtaban, Airdingin dan lainnya. Bibit pohon yang ditanam seperti ketaping, mahoni, durian dan petai dan lainnya.

Penghijauan tidak hanya dilakukan jajaran PDAM, tapi juga mengajak semua pihak sperti unsure pimpinan daerah, SKPD, LSM dan masyarakat sekitar. Program ini diapresiasi Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dan diminta program ini berkelanjutan.

“Kita mengajak semua jajaran SKPD, TNI Polri, Forum DAS dan semua elemen masyarakat bersatu dan saling menjaga kelestarian hutan agar kemanan, keindahan alam terjaga dan bencana alam jauh dari kita,” paparnya.

Hutan yang lebat dan terjaga akan dapat menyimpan air, udara yang sejuk dengan pohon produktif yang bermanfaat, sehingga dapat dinikmati seluruh masyarakat. “Pohon yang ditanam adalah pohon produktif yang dapat dinikmati buahnya nanti,” terangnya.

Penanaman pohon yang digencarkan PDAM juga untuk menjaga kelestarian alam dan mengurangi risiko bencana. Bencana longsor dan banjir tidak saja merusak linkungan, tapi juga sumber air. (*)

Check Also

Polresta Padang Berhasil Tangkap Napi Kabur Dalam Tempo 12 Jam

PADANG (LN)–Narapidana di Lapas Muaro Kelas II A Padang yang kabur Sabtu (14/10) berhasil ditangkap Jajaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *