Home / ---- / Permindo Miliki Potensi, Transaksi Capai Milyaran Per-Hari

Permindo Miliki Potensi, Transaksi Capai Milyaran Per-Hari

PADANG (LN)—Pedagang Kaki Lima (PKL) Permindo sekarang sudah dapat berbangga hati dan merasa aman. Mereka yang selama ini dipandang sebelah mata serta anggap parasit oleh pemerintah, karena berdagang memakai fasilitas umum (fasum) sehingga harus diuber-uber, terancam kena gusur sekarang sudah tertata dengan baik.

PKL Permindo ditata, melalui program penyeragaman tenda berdagang ukuran 2,5 meter x 2,5 meter, membuat Permindo semakin mempesona.

Baca : http://laksusnews.com/kawasan-permindo-jadi-tempat-wisata-belanja/

“Menjadi PKL bukanlah cita-cita, tapi keadaanlah yang membuat seperti ini. Berdagang di bahu jalan/trotoar atau tempat terlarang lainnya hanya untuk bisa bertahan hidup”.

Hal itu disampaikan, Ketua Koperasi Pedagang Permindo (KPP), sekaligus Ketua LPM Kampuang Jao, Hardi Zultani didampingi Ketua PKL Permindo, Edi Handoko, Oskal serta Tokoh Masyarakat Alamsyah, Adrieza kepada wartawan, usai acara Peresmian Pemakaian Tenda PKL Kawasan Permindo, Kamis (16/3) di kawasan Permindo Padang.

Dijelaskan Hardi, “Apabila PKL dikelola dengan baik, maka akan menjadi potensi yang tentunya dapat mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. Agar hal itu bisa terwujud, tentu perlu adanya sentuhan dari pemerintah dengan melakukan penataan, pelatihan serta permodalan kepada PKL tersebut”.

Apabila PKL ditata dengan baik, maka bisa menjadi daya tarik serta mendorong pertumbuhan ekonomi, papar Hardi.

Disebutkan Hardi, “Permindo merupakan kawasan potensial, karena di kawasan ini terjadi transaksi (perputaran uang) sekitar Rp1 milyar per-hari. Rata-rata transaksi PKL sebesar Rp2 juta, ditambah transaksi toko-toko Rp10 juta per-hari.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal mengatakan Kawasan Permindo merupakan kawasan yang ramai. Untuk itu, perlu adanya penataan yang bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

Dalam mewujudkan hal tersebut, maka Dinas Perdagangan, Dinas Pasar dan koperasi melakukan kesepakatan kerjasama Koperasi Pedagang Permindo, sehingga terjadilah penyeragaman tenda PKL seperti sekarang ini. Selain itu, ditetapkannya jadwal berdagang, dimulai pukul 16.00 wib sampai malam.

Disampaikannya juga, pada tahun 2016 lalu, melalui kegiatan Dinas Pasar  mengalokasi untuk pembuatan tenda PKL sebanyak 80 buah yang  penggelolaannya diserahkan kepada Koperasi Pedagang Permindo (KPP).

Lurah Kampuang Jao, Desprineli mengatakan, Dengan adanya program penataan PKL Permindo ini, menjadikan kawasan Permindo semakin cantik dan indah. Untuk itu, mari bersama-sama menjaganya, dengan membuang sampah pada tempatnya, himbaunya.

Ketua PKL Permindo, Edi Handoko mengatakan, Selama ini, PKL Permindo lebih cendrung berurusan dengan rentenir atau “julo-julo tembak” disaat membutuhkan dana. Alasannya, berurusan dengan perbankan banyak persyaratannya dan membutuhkan waktu lama.

Dengan kehadiran koperasi ini, kedepan pedagang Permindo sudah bisa mendapatkan pinjaman dana dari koperasi, harapnya.

Sementara itu, menurut Alamsyah, “perhatian pemerintah terhadap pedagang kecil (PKL) masih sanggat minim. Mereka hanya diberikan mimpi-mimpi indah, tanpa ada kepastian. Seyogyanya, pemerintah bisa mengakomodir PKL dengan mendorong melalui suntikan dana sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang, harap Alamsyah yang akrab disapa “Pak guru” ini. (f)

 

Check Also

Pjs. Wako Padang Bersama Kapolda Sumbar Komit Tingkatkan Sinergitas dan Netralitas Pilkada Serentak

Padang (LN)–Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengikuti Upacara Gabungan antara TNI, Polri dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *