Home / BERITA TERBARU / Petani Karet Menjerit, Pemerintah Jangan Diam!

Petani Karet Menjerit, Pemerintah Jangan Diam!

By : M. Daud Dulay, SH

Khususnya di daerah Dharamsraya, selain cuaca panas situasipun kian mengikuti. Saat ini daerah kaya sawit dan karet sudah tak sedamai dahulu ketika perekonomian masih merata pada setiap penduduknya. Diakui memang, kurun 2 tahun silam kehidupan masyarakat yang makmur terkenal di daerah ini, tapi itu dulu.

Gadai menggadai mulai terlihat.

Hal itu disebabkan kondisi ekonomi sudah tak seperti dahulu lagi, masyarakat yang terbiasa kecukupan semenjak dahulu di daerah strategis perkebunan dan pertambangan ini sekarang sudah sulit untuk membiasakan diri dari dampak penurunan ekonomi tersebut.

Hal mendasar dalam persoalan ekonomi di Dharmasraya terasa sejak harga karet yang tak kunjung naik seperti dahulu. Sebelumnya, penurunan harga juga pernah terjadi namun hal itu sifatnya hanya sejenak. Tapi sekarang sudah terhitung lebih kurang kurun waktu dua tahun ini adalah kala tersulit dan terlama.

Sebab, angka kebutuhan hidup di Kabupaten Dharmasraya relatif tinggi, hal itu disebabkan kebiasaan sebelumnya dan berbagai akses. Intinyaselagi harga tidak kunjung naik maka bertahan merupakan keterpaksaan pilihan. Pertanyaanya, sampai kapankah mereka sanggup bertahan?

Saat sekarang, pemerintah sudah memiliki pemimpin baru meskipun terbilang pemimpin sangat muda. Dan mereka menyerahkan persoalan ini kepadanya berharap dia sanggup untuk mencarikan solusi yang signifikan . Terkadang keraguannpun muncul terbesit dari ucapan masyarakat di sana, tapi dengan segenap kepercayaan mereka sandarkan derita itu.

Parahnya, agi jika pemerintah tidak bisa menciptakan solusi terbaik menyangkut kegalauan ekonomi yang terjadi, maka alhasil kemerosotan akan semakin terlihat.

Pemicu Kriminalisme

Baru-baru ini, cerita singkat seorang pemilik kebun karet di tipu oleh calon penekik karet yang bekerja di kebunya. Sebut saja Pak Haji, yang ditipu oleh calon pekerjanya itu setelah memberikan pinjaman uang, perkakas, dan lain-lainya agar si tukang kebun ini bisa bekerja karena situasi dan kondisi yang saat ini sulit sekali mencari orang yang mau bekerja sebagai penekik karena harga yang tidak pantas. Selanjutnya, setelah semua dipinjamkan dengan nilai lebih kurang lima jutaan lalu calon pekerja tersebut malah lari dan hilang entah kemana. Kesimpulannya, persoalan ekonomi terkait dengan harga karet mampu memicu kriminalisme di daerah Dharmasraya.

Kekhawatiran pak Haji, bagaiamana nantinya jika ini terus berlarut-larut bahkan ia sangat menyayangkan bila krisis ekonomi ini akan membuat masyarakat menjadi brutal dan lupa diri sehingga dapat memicu segala macam persoalan lain yang merusak keamanan dan kenyamanan lingkungan daerahnya.

Melalui tulisan ini, saya berharap pemerintah tergerak untuk menjadi penyelamat dan pahlawan agar semua krisis ini berakhir. Karena saat ini, warga sudah mulai cemas. (Uud)

Check Also

Pemko Padang Lounching Lelang Dini, Percepat Transaksi Ekonomi

PADANG (LN)–Penyelenggaraan kegiatan di Pemko Padang untuk tahun 2018 kini dipercepat. Karena dipenghujung tahun 2017, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *