Home / ---- / Diduga PPTK DPUPR Rangkap Sebagai Suplier, Berdampak Bobroknya Pembangunan Trotoar di Padang

Diduga PPTK DPUPR Rangkap Sebagai Suplier, Berdampak Bobroknya Pembangunan Trotoar di Padang

PADANG (LN)–Tahun 2018, merupakan tahun keberuntungan bagi Kasmaizal, Kepala seksi (Kasi) Trotoar Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR,) Kota Padang.

Kenapa tidak, melalui jabatan sebagai Kasi trotoar sekaligus merangkap menjadi PPTK dimanfaatkannya untuk meraup keuntungan ganda.

Karena, jabatannya yang dipegangnya itu, diduga dipergunakan untuk menekan/mengarahkan rekanan/kontraktor untuk mengambil paving block milik usaha keluargannya.

Baca juga berita lainnya

Apabila melihat kronologis yang terjadi pada setiap proyek srehab/pembangunan trotoar di Padang, tempat pengambilan (pabrik) material paving block kerap terjadi perpindahan, dari pabrik A yang memberikan dukungan, lalu pindah ke pabrik B.

Terjadinya hal itu, tentunya menimbulkan pertanyaan. Apakah benar pabrik yang memberikan dukungan paving block tidak sanggup untuk memenuhi permintaan, atau adanya faktor lainnya.

Dapat dipastikan, material paving block yang berasal diluar dukungan pabrik, tidak sesuai dengan spek ditetapkan.

Celakanya, material seperti kreb, paving block, box culver dan sebagainya dicetak sendiri oleh kontraktor. Tapi perbuatan curang itu diabaikan tanpa ada tindakan tegas dari konsultan pengawas ataupun DPUPR Padang.

Usut punya usut, ternyata PPTK DPUPR Padang terlibat sebagai suplier (pemasok) material paving block sehingga material (paving block)  yang cacat/tidak sesuai dengan spek diabaikan alias tidak dibongkar.

Terindikasi, Dari setiap penjualan paving block itu, mengalir fee (persentase) yang lumayan.

Seperti diketahui, untuk proyek perbaikan dan pembangunan trotoar TA.2018 mencapai puluhan miliyar yang dianggarkan dari dana APBD Kota Padang.

Jadi tidak heran, apabila Kasmaizar menjadi sorotan publik, selaku PPTK Trotoar merangkap sebagai suplyer paving block terindikasi sudah menyalahgunakan jabatannya guna mencari keuntungan pribadi.

Sekedar gambaran, kata Darwin Direktur LSM ACIA, puluhan miliyar anggaran Pemko Padang tersedot untuk pekerjaan trotoar, seperti troroar Jalan Wuruk, Bundo Kandung dan Gereja bernilai Rp2 miliyar lebih.

Trotoar kawasan GOR benilai Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan Pattimura Rp1 miliyar lebih, trotoar jalan Veteran Rp1 miliyar lebih, trotoar Banda Olo Rp900 juta, trotoar Ujung Gurun Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan.Agus Salim Rp600 juta.

Trotoar jalan Belakang Olo Rp1,5 miliyar, trotoar jalan Hiligoo Rp800 juta dan beberapa lokasi lainnya.

“Material utama pada pekerjaan trotoar disamping kastin juga paving block. Berapa ton kebutuhan paving block untuk pekerjaan trotoar dibeberapa ruas jalan Kota Padang dan sebagian besar disuplay Kasmaizal,” kata Darwin.

Sebagai PPTK, Kasmaizal bisa menekan rekanan untuk membeli paving block kepadanya. Bahkan, Kasmaizal berani menghutangkan paving block dan dibayar setelah pekerjaan proyek selesai.” Kasmaizal betul betul memanfaatkan jabatannya untuk mensuplay paving block, termasuk juga mendapat fee dari jabatannya sebagai PPTK.dari rekanan,” imbuh Darwin.

Darwin bicara, bukan tanpa alasan, pengakuan beberapa rekanan, mereka mengambil.paving block dari Kasmaizal. Soalnya, paving block Kasmaizal bisa dihutang dan dibayar saat pencairan selesai pekerjaan proyek.” Meski, tak keseluruhan paving block disuplay dari Kasmaizal, tapi.bisa meringankan beban pekerjaan, sebab bisa dihutang,” kata Darwin menirukan, ucapan rekanan.

Pantas saja, kata pegiat korupsi tersebut, setiap pekerjaan trotoar yang bermasalah, terutama banyak paving block rusak dibeberapa lokasi tak ada tindak pembongkaran dari PPTK,,”Bagaimana mau membongkar, sementara paving block, dia sendiri yang mensuplay,” kata Darwin mengakhiri.

Bukan saja Darwin, beberapa rekanan juga mengakui mengambil paving block dari Kasmaizil. Jup yang mengerjakan trotoar jalan Ujung Gurun mengaku mengambil paving block dari Kasmaizal, meski sekarang masih terhutang. Begitu juga rekanan yang mengerjakan trotoar Jalan Hayam Wuruk, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Gereja, juga mengambil paving bloc dari PPTK tersebut.

“Kami mengambil paving block dari Kasmaizal lebih kurang dari 2000. Mutu beton.paving block yang dipesan kepada Kasmaizal juga masuk,,” kata Yuski, sembari menjawab berbeda material paving block dengan.dukungan pabrik saat lelang, Kasmaizal juga mengambil dari Kumango Jantan.

Berbeda dengan Yuski, rekanan yang mengerjakan trotoar Jalan Agus Salim, mengaku kreb yang dipesan dari anggota Kasmaizal diambil di By Pass Padang, tepatnya dibelakang TVRI.” Saat memesan kreb sebanyak 20 tersebut, saya melihat lokasi kelokasi dan mutu beton sesuai dengan kontrak,” katanya.

Lagi, Kasmaizal menggunakan jurus bungkam saat dikonfirmasikan media ini. Tiga hari menunggu jawaban Kasmaizal saat pertanyaan dikirim ke WA dan SMSnya. Ditelepon juga tak diangkat. Alergi Kasmaizal  untuk konfirmasi dengan media ini, juga terjadi saat persoalannya PPTK merangkap suplayer paving block.

#red/nv/invs

Check Also

Penjaring Calon Pimpinan KPK, Pansel Blusukan ke-8 Provinsi

JAKARTA (LN)—Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) akan blusukan ke 8 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *