Home / ---- / Proyek Jalan “Bermasalah” Ala PT. ATR, LSM KOAD Pertanyakan Kinerja PUTR Agam

Proyek Jalan “Bermasalah” Ala PT. ATR, LSM KOAD Pertanyakan Kinerja PUTR Agam

Padang (LN)–Aroma konspirasi di PUTR Kab. Agam dengan kontraktor semakin kuat tercium, terutama pada bidang Bina Marga (BM).

Seperti yang terjadi pada Paket
Pekerjaan dengan nomor kontrak 2.9.32/PI/DPUTR /AG/IV/2017, dengan nilai Rp.12.671.978.000, yang dikerjakan PT.Anugrah Tripa Raya (ATR), waktu pekerjaan 180 hari dan tersebar di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat .

Baca berita sebelumnya : PT. ATR Akui Lalai, Dinas PUTR Agam Tidak Berani Bertindak

Pembangunan yang baru saja PHO, tapi kini sudah rusak tanpa sebab yang jelas.

Kerusakan jalan tersebut, menjadi pertanda bahwa pengerjaan tidak sesuai spsifikasi teknis yang ada.

Anehnya, pekerjaan asaljadi ala PT. ANUGRAH TIRTA RAYA (ATR) tersebut diterima oleh konsultan pengawas dan disetujui dinas PUTR Agam.

Semestinya, Pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan mutu sebagaimana ditetapkan, harus dibongkar ataupun tidak dibayarkan.

Kenyataannya, hal itu tidak dilakukan Dinas PUTR Agam, tapi malah tutup mata dan pura pura tidak tau.

Akibatnya, negara dirugikan karena harus membayar pekerjaan yang tidak sesuai dengan mutu semestinya.

Kuat dugaan, pada paket pembangunan INSFRATRUKTUR JALAN WILAYAH STRATEGIS KAB. AGAM sudah terjadi kongkalingkong antara kontraktor pelaksana, consultan supervisi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mempreteli uang negara.

Baca juga : Proyek Asaljadi ala PT. ATR, Baru PHO Jalan Strategis di Lubas Agam sudah Retak dan Amblas

LSM KOAD ANGKAT BICARA

Terkait permasalahan itu, mendapat tanggapan serius dari LSM KOAD Sumbar.

Indrawan Ketua LSM KOAD, Sabtu (3/2) menegaskan, pekerjaan yang menggunakan uang negara harus mengikuti aturan pelaksanaannya, sebab ini menyangkut mutu.

Menurutnya, Terjadinya kerusakan jalan tersebut sebagai tanda bahwa mutu pekerjaan tidak bagus.

Dijelaskannya, Mutu pekerjaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya material yang digunakan serta motoda kerja yang sudah ditetapkan dalam spesifikasi umum kementrian PU, jelasnya.

Intinya disini bukan saja mengenai pekerjaan jalan yang rusak, lalu diperbaiki. Tapi yang lebih penting, apakah material (agregat) yang digunakan sudah sesuai menurut spek serta pelaksana pekerjaan yang mengikuti ketentuan sebagaimana ditetapkan Kemtrian PU, tanya Indrawan.

Apabila dua hal itu “dimainkan” oleh kontraktor untuk meraup keuntungan besar, maka sudah dapat dipastikan hasil/mutu pekerjaan jadi tidak akan baik, ucapnya.

Dan untuk memastikan hal tersebut, maka LSM KOAD akan meminta Dinas PUTR Agam agar dapat memperlihatkan laporan pelaksanaan pekerjaan, atau hasil labor uji tarik aspal pada pekerjaan tersebut.

Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, berakibat merugikan keuangan negara, maka LSM KOAD akan menggambil tindakan, melaporkan kepada penegak hukum, tegasnya.

(Tim)

Check Also

Wagub Sumbar : Majukan Peran dan Fungsi Gerakan Pramuka, Solusi Hadapi Tantangan Global

Bogor (LN)–Dalam rangka menyamakan persepsi dan komitmen memajukan gerakan pramuka secara nasional, ketua Kwarnas dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *