Home / ---- / Proyek Pembangunan Trotoar Jl. Adabiah dan Jl. Koto Tinggi Tidak Tuntas, CV. Kamala Unida Terancam Black List

Proyek Pembangunan Trotoar Jl. Adabiah dan Jl. Koto Tinggi Tidak Tuntas, CV. Kamala Unida Terancam Black List

Padang LN–Proyek pembangunan trotoar, bertempat di jl. Adabiah dan Jl. Koto Tinggi tidak tuntas hingga batas waktu yang telah diberikan.

CV. Kamala Unida selaku kontraktor pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu terancam terkena blacklist.

Terkait hal itu, Dinas PUPR Padang melalui Kabid. Bina Marga, Hariman saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, menjelaskan.

Waktu pelaksanaan pekerjaan selama 120 hari kalender, telah berakhir pada 24 Oktober 2021 ini.

Dengan berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan itu, selanjutnya akan diberlakukan denda, paparnya (24/10)

Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini, diketahui bahwa perusahaan CV. Kamala Unida merupakan perusahaan rental, dibawa oleh berinisial “ER”.

Dan pada tahun 2021 ini, nama “ER” sangat populer karena mendominasi proyek yang ada di kota Padang, diantaranya.

1. Proyek pembangunan trotoar Jl. Adabiah dan Jl. Koto Tinggi, senilai Rp1.7 milyar, dikerjakan CV. Kamala Unida (Dinas PUPR Padang)

2. Proyek pembangunan saluran drainase paket.6, cv. Gaanur konstruksi, senilai Rp884 juta (Dinas PUPR Padang)

3. Peningkatan saluran drainase Tarandam paket.10, dikerjakan CV. Dzaki Konstruksi, senilai Rp1,166 milyar (Dinas PUPR Padang).

Diprediksi, masih ada proyek proyek lainnya yang didapatkan oleh “ER”

Dan salah satu cara untuk mengaburkan permainan busuk itu, disinyalir “ER” sengaja memakai perusahaan yang berbeda beda.

Disinyalir, Proyek proyek itu didapatkan dari hasil konspirasi.

Parahnya, mayoritas proyek yang dikerjakan ER itu, berantakan, amburadul dan bermasalah.

Seperti halnya pada proyek pembangunan trotoar, jl. Adabiah dikerjakan CV. Kamala Unida yang menimbulkan kekecewaan warga.

Diungkapkan salah seorang sumber, yang namanya tidak mau disebutkan, kemarin.

Dasar urang kal*r* paja (ER) tu ma, hutang baserak di kadai alun dibayar, ucapnya kesal.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

#Tim

Check Also

Anggota DPRD Sumbar Rahmad Saleh Kesal, Pokir Jaling Kapuih Terlantar, CV. SANSDEUSA KINALI harus Di Black List

Padang (LN)—Anggota DPRD Sumbar Rahmad Saleh (RS) merasa kecewa dan kesal, karena pokok fikiran (pokir) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *