Home / ---- / Proyek Siluman Permukiman Kumuh Dadok Tunggul Hitam, PT. MMM lalai dan Tidak Transparan

Proyek Siluman Permukiman Kumuh Dadok Tunggul Hitam, PT. MMM lalai dan Tidak Transparan

Padang (LN)—Hebat, setelah berjalan selama 3 minggu, tapi plang proyek PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DADOK TUNGGUL HITAM KOTA PADANG masih belum dipasang.

Plang proyek baru dipasang setelah awak media mempertanyakannya kepada pihak kontraktor, Rabu (24/05).

PT. Mutiara Madya Mandiri (MMM) sebagai pemenang tender proyek APBN yang bernilai Rp4.649.206.000, dengan nomor kontrak HK.02.03/01-konst/PKP-SB/IV-2018 berlokasi di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam sudah lalai.

Diduga, PT.MMM sengaja menutupi informasi untuk publik atau masyarakat sekitar terkait pekerjaan tersebut.

Papan proyek ada, tapi masih dikantor, ucap salah seorang pekerja yang tidak ingin namanya dituliskan, Rabu (24/05)

Sementara itu, Satker Pengembangan dan Pemukiman (Bangkim) Sumbar, PPTK PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DADOK TUNGGUL HITAM KOTA PADANG, Erri Adi Azkar saat dikonfirmasi via telpon selularnya bernomor 081192345xx mengatakan, papan nama kegiatan pada proyek wajib ada.

Karena, untuk pengadaan papan nama proyek itu juga dianggarakan menggunakan uang negara, kata Eri.

”Namun, karena sebelumnya ada pergolakan dilokasi pekerjaan, itu makanya papan nama proyek tersebut belum dipasangkan dari awal” jelasnya.

Karena ada tuan takur didaerah itu yang diduga sengaja menghalang-halangi tidak menginginkan proyek ini berjalan, terang Eri.

Akan tetapi, keterangan tersebut dibantah oleh beberapa warga yang pada waktu berkumpul dilokasi pekerjaan.

Menurut keterangan warga tersebut, semenjak kegiatan ini dimulai tidak pernah terlihat adanya papan nama proyek, kata salah seorang warga yang bernama Charles.

“Sedari awal pekerjaan ini dilaksanakan, saya sebagai warga disini tidak pernah melihat adanya papan nama proyek terkait pekerjaan tersebut” terang Charles.

Charles melanjutkan, sepengetahuan saya dalam papan nama atau plang proyek wajib dipasangkan, sebab, ini menyangkut penyelenggaraan uang negara yang mustinya transparan dalam pelaksanaannya.

Lebih lanjut Charles menuturkan, kalau tidak transparan, bisa jadi kuat dugaan kalau proyek ini ada apa-apa dan hanya sebagai lahan oleh para pelaku proyek untuk meraup keuntungan tanpa utamakan mutu atau kualitas.

Terakhir dikatakannya, tidak pernah ada warga atau tuan takur yang sengaja menghalangi pekerjaan pembangunan ini, seperti apa yang dikatakan oleh PPTK tersebut.Mungkin ini hanya akal-akalan mereka saja, agar tidak menimbulkan masalah terkait dugaan tersebut, pungkas Charles.

Sampai berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Tunggu lanjutannya…

#Tim/St/Cr

Check Also

KPU Sumbar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi DPS

Padang (LN)—Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Komisi Pemilihan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *