Home / ---- / PT. AJR “Kangkangi” UU K3, Disosnaker Padang Kok “Tutup mata”

PT. AJR “Kangkangi” UU K3, Disosnaker Padang Kok “Tutup mata”

PADANG (LN)–Dari hasil monitoring ke lokasi “Pembangunan Pagar/Turap dan Pondasi Sekeliling, lokasi Aia Dingin Lubuk Minturun Kota Padang”, Sabtu (21/8) dan (28/8)  didapati para pekerja (buruh) tidak menggunakan alat pelindung kerja (APK), seperti helm, sepatu, sarung tangan dan lampu peringatan rintangan tidak terpasang.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang menjadi tanggungjawab kontraktor pelaksana PT. Arindo jayatama Raya (AJR)sepertinya diabaikan. Terkesan, perusahaan luar Sumbar ini hanya mencari keuntungan semata, tanpa memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya (buruh).

Menurut ketentuannya, Rambu dan lampu rintangan-rintangan tersebut harus diberi penerangan/lampu di malam hari dan semua lampu harus dinyalakan dari mulai matahari terbenam hingga matahari terbit.

Kenyataannya PT. Arindo Jayatama Raya mengabaikan itu semua dengan tidak melaksanakan apa yang menjadi kewajibanya.

Terkait hal tersebut, saat dilakukan upaya konfirmasi, sabtu (28/8) pelaksana lapangan PT. Arindo Jayatama Raya tidak berada ditempat dan begitu juga dengan konsultan pengawas.

Dari informasi salah seorang petugas logistik, Daus mengatakan, “Pelaksana lapangan sedang pergi ke luar untuk mengambil barang, sedangkan konsultan tadi ada di lokasi proyek tapi sekarang pergi entah kemana dirinya tidak tau.

Menurut pemuda lulusan STM ini, dirinya baru beberapa hari ditempatkan bekerja disini sebagai tenaga logistik, jadi belum mengetahui banyak, ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Disosnkaer Kota Padang saat ditemui ke kantornya, senin (29/8) juga tidak berada di tempat. Menurut informasi salah seorang pegawai, Kadis lagi berada diluar kota.

Disosnaker Padang sebagai ujung tombak dalam melakukan pengawasan serta mengawal UU Keselamatan kerja, seyogyanya memberikan tindakan terhadap perusahaan nakal yang melanggar aturan tersebut.

Namun kenyataannya, kegiatan yang langsung berada dibawahnya, malah tidak terpantau, atau memang sengaja “tutup mata” dan tidak mau tau. Terlihat jelas adanya ketimpangan dalam Penegakan aturan yang pelaksanaannya “tebang pilih”.  Seperti kata pepatah, “Gajah dipelupuk mata tidak nampak, semut di seberang lautan nampak”…(Ln)

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *