Home / ---- / PT. NABIL SP di “Black List”, Masih Ditunjuk Sebagai “Pemenang Lelang”

PT. NABIL SP di “Black List”, Masih Ditunjuk Sebagai “Pemenang Lelang”

Padang (LN)–PT. NABIL SURYA PERSADA (NSP) sudah di tetap sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam “daftar hitam” oleh Dinas PUPR kabupaten Pasaman, tapi masih ditunjuk sebagai pemenang lelang.

Padahal PT. NSP secara jelas dikenakan sanksi, tidak bisa mendapatkan pekerjaan selama 2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal ditetapkan, yakni 15 Februari 2018.

Hal itu terlihat dari surat keputusan KPA Bidang Bina Marga Kab. Pasaman Nomor 620/054/KPA/BM/DPUTR-PAS/2018 tentang Pemutusan sepihak atas surat perjanjian (kontrak) No. 620/027/SP/BM/DPUTR-PAS/2017 Tanggal 27 Agustus 2017.

Yang intinya berisi, Pada paket pekerjaan rehabilitasi/pemeliharaan Rias jalan rao-Gunung manahan TA 2017, nilai kontrak sebesar Rp11.399.000.000, PT. NSP dianggap wan prestasi karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sebagaimana yang sudah ada dalam perjanjian kontrak.

Meskipun demikian, tapi PT. NSP tetap saja ditunjuk sebagai pemenang lelang atau mendapatkan pekerjaan di Pemprov Sumbar, pemko Padang dan Pemkab. Padangpariaman.

Diantaranya, dua paket pekerja di Pemko Padang yaitu Peningkatan dan rehabilitasi jalan lingkungan (Rp2,3 milyar) dan penggantian jembatan paket III (Rp4,6 milyar).

Sedangkan di Kab. Padang pariaman, paket Peningkatan struktur dan kapasitas jalan paket II (Rp35 milyar)

Dan di pemprov Sumbar diantaranya, pembangunan jalan pasar baru malahan panjang paket.I pesisir selatan (Rp3,8 milyar) dan kontruksi dan normalisasi perkuatan Talang batang pilangki kab. Sijunjung (Rp3,3 milyar).

Apabila mengacu pada peraturan LKPP RI No. 18 Tahun 2014 tentang Daftar Hitam Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pasal 13 berbunyi Penyedia Barang/Jasa yang dikenakan sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam berdasarkan penetapan BUMN/BUMD, lembaga donor, pemerintah negara lain dan/atau putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha/putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap dalam bidang Pengadaan Barang/Jasa, tidak dapat mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di seluruh K/L/D/I dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh BUMN/BUMD, lembaga donor, pemerintah negara lain dan/atauKomisi Pengawas Persaingan Usaha/Pengadilan.

Terkait hal itu, sebagaimana dilansir dari media Indonesia1, LSM Jarrak Sumbar mempertanyakan adanya perusahaan yang sudah putus kontrak dan lelang bisa ikut tender. Jarrak meminta pihak terkait harus bisa memberikan penjelasan akan hal ini.

“Kita menjadi heran, kenapa sebuah perusahaan yang sudah putus kontrak  bisa ikut lelang? Malah bisa menang,” tanya Ferry Okva Lisa, Ketua Devisi Kajian Strategis, Litbang dan  Pemantauan Kinerja Pemerintah BPW LSM Jarrak Sumbar kepada media.

Ferry menyebut pihaknya mendapatkan info ada perusahaan yang telah kena blacklist dikarenakan telah gagal melaksanakan proyek di Rao Kabupaten Pasaman. Dan dari pengumuman lelang, perusahaan ini berhasil memenangkan sejumlah proyek.

Dari informasi dan data yang ada, maka media ini masih mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna mendapatkan penjelasan.

Tunggu berita selanjutnya.

#Fit

 

Check Also

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan RI Ke-73 SD Kartika I-II Padang

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan Ke-73 Tahun 2018  SD Kartika I-II Padang Padang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *