Home / ---- / PT. PGP Zholimi Pekerja, SMK3 Diselewengkan untuk Raup Keuntungan

PT. PGP Zholimi Pekerja, SMK3 Diselewengkan untuk Raup Keuntungan

AIRTAWAR, PADANG (LN)–Menyedihkan sekali, itulah nasib yang di alami para buruh yang bekerja pada proyek Jasa Konstruksi Lanjutan Tahap IV Pembangunan Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Padang.

PT. PUTRA GIAT PEMBANGUNAN (PGP) selaku kontraktor pelaksana pembangunan secara tidak langsung sudah men-zholimi para pekerja (buruh) dan mengabaikan tanggungjawabnya.

Buktinya, saat media ini meninjau ke lokasi pekerjaan Jasa Konstruksi Lanjutan Tahap IV Pembangunan Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Padang, Sabtu (9/9) dididapati pekerja (buruh) tidak memakai Alat Pelindung Keselamatan Kerja (APK) 

Diduga kuat, PT. PGP sudah menyelewengkan dana Sistim Management Kesehatan dan kesesalamatan kerja (SMK3) yang ada dalam dokumen kontrak untuk meraup keuntungan, serta men-zholimi hak pekerja (buruh) dalam mendapatkan jaminan keselamatan kerja.   

Sebagaimana terlihat, Sabtu (9/9) saat hujan deras turun menguyur, para pekerja (buruh) tetap melakukan aktivitasnya. Ada yang menaikan batu bata dari lantai dasar ke lantai 3 dengan cara menarik tali menggunakan katrol, memasang batu bata dan sebagainya. 

Yang menarik perhatian, seorang pekerja remaja setengah baya masih tetap bekerja mengisi batu bata ke dalam ember lalu menarik ember berisi batu bata dengan tali hingga naik ke lantai 3. Badannya yang kurus dan sudah basah kuyup terkena air hujan karena tidak menggunakan helm, mantel hujan dan sepatu boat mulai terlihat gemetar menahan dingin. Yang dikenakannya hanya sepasang sarung tangan yang sobek dan sudah tidak pantas untuk dipakai. 

Kondisi yang ada, sudah mempertontonkan ke-zholiman pihak perusahaan PT. PGP terhadap pekerjanya (buruh). Yangmana PT. PGP hanya meraup keuntungan dari jerih keringat pekerjanya (buruh), sementara kewajiban berupa kesehatan dan keselamatan pekerja malah dibaikan. 

Menurut UU No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), jelas-jelas  PT. PGP sudah lalai, karena tidak memberikan APK serta tidak memasang rambu peringatan bahaya di lokasi pekerjaan.

Terkait hal tersebut, pelaksana lapangan PT. PUTRA GIAT PEMBANGUNAN, Zardi yang ditemui lokasi pekerjaan tidak berani berkomentar.  

Bagaimanakah tanggapan dari pihak UNP, tunggu berita selanjutnya… (Tim)

Check Also

Yadrison : Pol. PP Padang Sita 11 Dus Miras, Penjual Dikenakan Sanksi Tepiring

PADANG (LN)–Satuan polisi pamong praja kota padang pada sabtu malam sekitar pukul 23.12 wib (16/9) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *