Home / ---- / Sekilas Sejarah Gedung Joeang 45 Sumbar

Sekilas Sejarah Gedung Joeang 45 Sumbar

Gedung Joang 45 Sumatera Barat awalnya berfungsi sebagai konsulat dagang Jerman, didirikan pada tahun 1909. Fungsinya sebagai kantor perwakilan dagang Jerman di pantai barat Sumatera.

Ketika Jepang menang pada Perang Asia Raya dan berhasil masuk Indonesia menjadikan gedung konsulat dagang Jerman tersebut sebagai markas pasukan untuk pengamanan pantai Padang.

Pada saat Jepang mengalami kekalahan, pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia  memproklamirkan kemerdekaannya, pasukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dipimpin oleh Yusuf Ali (Black Cat) ditugaskan untuk mengamankan pantai Padang dan gedung yang telah kosong oleh Jepang tersebut dijadikan sebagai pos pertahanan.

Beberapa bulan kemudian, datang Sekutu memboncengi NICA Belanda. Akibatnya pasukan Yusuf Ali mengungsi ke luar kota dan melakukan gerilya masuk kota pada malam hari. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda, gedung ini diserahkan kepada Residen Sumatera Barat, lalu diserahkan ke KODAM III/17 Agustus.

Di waktu upacara peleburan Kodam III/17 Agustus pada tanggal 22 September 1984, diadakan pembicaraan antara Mayjen Soeripto sebagai panglima Kodam III/17 Agustus dengan Ir. Azwar Anas sebagai Gubernur Sumatera Barat dan Ketua Umum DHD 45 Sumatera Barat Kol. (Purn) H. Jamaris Yunus.

Hasil pertemuan tersebut disepakati Kodam III/17 Agustus akan meminjamkan salah satu kantornya yaitu bekas Ajen Kodam III/17 Agustus dengan status “Hak Pinjam Pakai”.

Pada tanggal 20 Maret 1987 gedung tersebut diterima oleh Ketua Umum DHD 45 Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Ir. H. Azwar Anas meresmikan kantor Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Barat sekaligus Museum dan Perpustakaan tanggal 17 Agustus 1987.

Agar DHD 45 Sumatera Barat memiliki kantor sekretariat, maka dibangun kantor baru letaknya dibelakang didapat dana dari APBD Propinsi Sumatera Barat tahun anggaran 1997/1998 dan 1998/1999. Setelah selesai pembangunannya, maka tanggal 17 Agustus 2000 diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat H. Zainal Bakar.

DHD 45 berfungsi sebagai badan pembudayaan kejuangan 45, memiliki program kerja yaitu:

Sebagai wadah yang berfungsi untuk memelihara bukti-bukti sejarah perjuangan bangsa, terutama perjuangan selama merebut dan mempertahankan Proklamasi di Sumatera Barat / Tengah.

Berusaha menggali dan meneliti fakta sejarah perjuangan Sumatera Barat / Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Sebagai tempat belajar dan wisata sejarah sertanPusat Informassi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Barat / Tengah pada tahun 1945-1949. (*)

Check Also

Dandim 0312/Padang Tanam pohon di Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka By pass Padang.

Padang (LN)–Kodim 0312/Padang. Menanam pohon itu mudah, yang sulit adalah bagaimana kita menjaga dan merawatnya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *