Home / ---- / Sumbar Bangun Pusat Pengembangan Minyak Atsiri Indonesia

Sumbar Bangun Pusat Pengembangan Minyak Atsiri Indonesia

asben2PADANG (LN)—Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ditetapkannya sebagai Pusat Pendirian Pengembangan Minyak Atsiri Indonesia (PPMAI). Ditetapkannya Sumbar berdasarkan hasil kajian kelayakan Direktorat wilayah I Dirjen Industri kecil dan menengah Kementrian Perindustrian

Sumbar merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, berbagai anaka ragam tanaman tumbuh subur sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan. Tercatat, ada 12 jenis tumbuhan yang bisa menjadi bahan pokok untuk mengembang minyak atsiri ini, seperti  minyak  kayu manis, minyak akar wangi, minyak cendana, minyak kemukus, minyak nilam, minyak kenanga, minyak pala, minyak cengkeh dan minyak kayu putih

 Hal itu disampaikan Pj. Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Prov. Sumatera Barat, Asben Hendri didampingi Kabid. Industri dan Argo, Irsyad kepada Media Laksus News di Padang.

Untuk bisa menjadikan Sumbar sebagai pusat penggembangan minyak Atsiri melalui berbagai tahapan serta memakan waktu yang cukup panjang. Ternyata, penantian tersebut membuahkan hasil memuaskan, karena pemerintah pusat memberikan kepercayaannya untuk dilakukannya pembangunan PPMAI di Sumbar, ungkap Asben Hendri.

Diceritakannya, Diawali pada tahun 2001 lalu, yangmana Direktorat wilayah I Dirjen Industri kecil dan menengah Kementrian Perindustrian menyampaikan laporan akhir kajian kelayakan Pendirian Indonesia Esential oil service center (IEOSC) menetapkan provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebagai pusat penggembangan minyak Atsiri Indonesia.

Lalu Sumbar ditetapkan sebagai PPMAi dengan dibuatkannya nota kesepakatan bersama antara Dirjen Industri kecil dan menengah kementrian perindustrian RI dengan Gubernur sumbar

Selanjutnya, Di tahun 2016 ini, dilakukannya pembangunan gedung dan pembentukan kelembagaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Ditambahkan Irsyad, Untuk Pembangunan Pendirian Pengembangan Minyak Atsiri Indonesia (PPMAI) Gadut Kec. Lubuk Kilangan Kota Padang-Sumbar hingga terselesaikan membutuhkan dana Rp21,2 milyar. Namun karena keterbatasan anggaran, maka pada tahun ini (2016) baru teralokasi dana Rp5,6 milyar untuk pembangunan gedung dan pembentukan lembaga (UPTD), jelas Irsyad.

Indonesia saat ini menjadi salah satu pemasok bahan baku minyak atsiri di dunia. Bahkan Indonesia mampu memasok 90% bahan baku minyak atsiri jenis nilam yang biasa digunakan untuk membuat parfum.

Bahkan Indonesia sebagai negara penghasil minyak atsiri memiliki prospek pasar, baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri, komoditi ini pada masa yang akan datang cukup besar, seiring dengan semakin tingginya permintaan terhadap parfum/kosmetika, trend mode dan belum berkembangnya barang substitusi essensial oil yang bersifat pengikat (fiksasi) dalam industri parfum/kosmetika, jelas Irsyad. (*)

Check Also

Peringatan HUT RI ke-75 di Kampung Teluk Betung Kenagarian IV Koto Hilir Batang Kapas berlansung Meriah

PESSEL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di Kampung Teluk Betung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *