Home / ---- / Tawaran Harga PT. CTA Tidak Wajar, Diprediksi Proyek Preservasi Jalan Muaro Kalaban-Batas Jambi Bakal Amburadul

Tawaran Harga PT. CTA Tidak Wajar, Diprediksi Proyek Preservasi Jalan Muaro Kalaban-Batas Jambi Bakal Amburadul

Padang (LN)—Diprediksi, paket pekerjaan Preservasi Jalan Muaro Kalaban – Batas.Jambi, Kiliranjao – Batas Riau tidak akan tuntas hingga batas waktu yang diberikan.

Bahkan banyak yang berpendapat proyek tersebut akan menimbulkan permasalah hukum nantinya.

Alasannya, ada beberapa indikator mengapa hal itu bisa terjadi.

Diantaranya harga penawaran yang tidak wajar, track record perusahaan yang buruk serta terindikasi adanya KKN.

Hal itu diungkapkan mantan pejabat di lingkungan kementrian PUPR RI yang tidak ingin namanya disebutkan, Sabtu (2/5).

HARGA PENAWARAN TIDAK WAJAR

Sebagaimana diketahui, Paket pekerjaan Preservasi Jalan Muaro Kalaban – Batas.Jambi, Kiliranjao – Batas Riau, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp69.562.475.637 bersumber dari APBN TA.2020, yang dikelola Satker PJN. II Sumbar.

Berdasarkan hasil lelang, PT. Cahaya Tunggal Abadi (CTA) berada pada rengking satu dengan harga penawaran Rp55.760.044.535, turun sebesar Rp13.802.431.102 atau 18,84 persen dari HPS.

Penawaran yang demikian itu merupakan harga tidak wajar serta jarang terjadi apalagi pada paket kegiatan multi year.

Dikhawatirkan, mutu dan kualitas proyek tersebut tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.

TRACK RECORD PERUSAHAAN BURUK, PROYEK BERMASALAH

Berdasarkan pantauan pada beberapa proyek yang dikerjakan PT. CTA pada tahun sebelumnya, rata rata bermasalah.

Diantaranya, Proyek jembatan Ciujung di desa keragilan Serang Banten senilai Rp41.838.241.000 bersumber dari APBN TA.2019

Serta Proyek Pembangunan jembatan lolong, Padang Sumbar senilai Rp15.424.481.000 bersumber dari APBD Sumbar TA.2019.

Ini menandakan kurang profesionalnya PT. CTA dalam mengerjakan proyek proyek yang dipercayakan kepadanya.

MILIKI KONEKSI KUAT DI KEMENTRIAN PUPR, PT. CTA DAPAT JATAH KUE APBN

Meskipun proyek yang ditanganinya rata rata bermasalah, namun PT. CTA tetap saja mendapatkan porsi “kue APBN/APBD”.

Karena, pimpinan PT.CTA berinisial “KS”, warga keturunan Tionghoa ini memiliki jaringan yang cukup kuat di Kementrian PUPR RI.

Beberapa pejabat tinggi di kementrian PUPR merupakan kawan semasa kuliah di ITB (almamater). Dan hal itu, tentunya memberikan peluang besar bagi PT. CTA untuk bisa mendapatkan proyek proyek besar di kementrian PUPR RI.

Dengan bermodalkan jaringan di kementrian PUPR RI itu, terkesan dimanfaatkan untuk menekan (intimidasi) pejabat PUPR di daerah hingga tak berkutik.

Bagi yang menentang atau tidak menuruti keinginannya (KS) Konsekwensi bergeser/pindah jabatan.

“Power” yang dimiliki KS ini sudah menjadi buah bibir di lingkungan Satker PJN II Sumbar.

Bahkan disebut sebut, mutasi beberapa bulan lalu, sehingga Kasatker PJN II Sumbar serta  seluruh PPK diganti secara total adanya andil “KS”.

Dengan power yang dimiliki itu, tentunya Kasatker PJN II Sumbar serta PPK pekerjaan Preservasi Jalan Muaro Kalaban – Batas.Jambi, Kiliranjao – Batas Riau yang baru seumur jagung, diprediksi tidak akan mampu untuk berbuat apa apa.

Dampaknya, Addendum penyelamatan dengan alasan ini dan itu, dengan terpaksa harus disetujui jika tidak akan bernasib sama dengan Kasatker dan PPK lainnya.

Benarkah demikian..?

Untuk mengetahui hal itu, maka media ini masih berupaya untuk menggumpulkan informasi, data serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya

#tim

Check Also

Bobot Proyek Renovasi dan Perluasan Gedung Kantor PN Padang Minus, PT. LPI Terancam Kena SP-1

Padang (LN)—PT. LAGA PRATAMA INTERINDO (LPI) terancam mendapatkan Surat Peringatan pertama (SP.1) oleh Pengadilan negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *