Home / ---- / Terciduk, DPUPR Padang Lakukan PHO Malam Hari

Terciduk, DPUPR Padang Lakukan PHO Malam Hari

Padang (LN)—Dinas PUPR Padang terciduk, diduga melakukan Serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada malam hari.

Pada saat itu, Rabu malam sekitar 21.30 WIB (26/12). didapati beberapa ASN DPUPR Padang yang diduga tim PHO bersama PT. Nabil Surya Persada (NSP) tengah melakukan pengukuran untuk menghitung volume pekerjaan proyek Peningkatan dan rehabilitasi Trotoar dan taman kota paket. 1, berlokasi di jl. Ujung Gurun Padang.

Dan disaat media ini menghampiri untuk melakukan konfirmasi, tim PHO tersebut langsung ngacir alias bubar.

Sepertinya PHO ini sengaja dilakukan pada malam hari guna menghindari publik serta menutupi kebobrokan pada pekerjaan tersebut.

PHO pada malam hari merupakan hal yang tidak wajar, karena hasil pekerjaan tidak akan terlihat secara jelas.

Apalagi, proyek Peningkatan dan rehabilitasi Trotoar dan taman kota paket. 1, berlokasi di jl. Ujung Gurun Padang dari sejak awal sudah bermasalah.

Terindikasi, Pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spek dan KAK yang ada.

Bahkan, dari informasi yang didapati, gaji pekerja hingga saat ini masih belum dibayarkan oleh PT. NSP.

Baca berita sebelumnya.

Seharusnya, proyek tersebut sudah tuntas pada 27 November 2018 lalu, namun PT. NSP tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal diberikan sehingga dikenakan denda maksimal.

Pelaksana lapangan PT. NSP Yudi, saat dikonfirmasi, Rabu (26/12) mengemukakan, Terjadinya keterlambatan ini karena adanya kerusakan peralatan pada pabrik paving block PT. Kunango Jantan, tapi karena alasan itu non teknis maka perpanjangan waktu tidak dikabulkan DPUPR Padang.

Diakuinya, saat ini PT. NSP dikenakan denda 1 persen per-mil, dengan tambahan waktu kerja selama 50 hari.

Dijelaskannya, yang dilakukannya tadi bukanlah PHO, tapi sebagai perbaikan pekerjaan yang cacat/rusak.

Karena, pada saat dilakukan PHO lalu ada catatan yang harus diperbaiki, papar Yudi berupaya untuk menyamarkan informasi sebenarnya.

Kuat dugaan, PHO Pekerjaan Peningkatan dan rehabilitasi Trotoar dan taman kota paket. 1 ¬†sudah terjadi “main mata”.

Karena, diduga bobot pekerjaan tidak sesuai dengan realisasi yang ada.

Disinyalir, adanya rekayasa/manipulasi data yang sebenarnya sehingga berdampak terhadap kerugian keuangan negara.

Terkait hal itu, media ini masih berupaya untuk mengungkap dugaan persekongkolan ini, dengan mengumpulkan informasi dan data dari berbagai sumber.

Tunggu berita selanjutnya.

 

#tim

 

Check Also

Mengungkit, Kasus Penyimpangan di RSUD Dr. Rasyidin Padang

Padang (LN)—Kasus penyimpangan yang terjadi di RSUD Dr. Rasyidin Kota Padang pada tahun 2015-2016 lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *