Home / ---- / Terindikasi Rehabilitasi Hutan Rimbo Hantu Kab. Pasbar di Korupsi, Ribuan Bibit Dibiarkan Terlantar

Terindikasi Rehabilitasi Hutan Rimbo Hantu Kab. Pasbar di Korupsi, Ribuan Bibit Dibiarkan Terlantar

Pasbar (LN)—Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan di Rimbo Hantu, Pasaman barat Terindikasi Menjadi Ajang KKN

Diketahui, ribuan bibit tanaman hutan untuk kegiatan rehabilitasi Rimbo Hantu Dusun Bateh Samuik Kejorongan Tombang Nagari Sinuruik, kab. Pasaman barat yang dibiar terlantar, alias tidak ditanamkan.

Kuat dugaan, Dana rehabilitasi tersebut telah di korupsi sehingga kegiatan itu tidak dapat terselesaikan sebagaimana mestinya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan rehabilitasi Rimbo Hantu Dusun Bateh Samuik merupakan program Kementerian Kehutanan, melalui Dinas Kehutanan Sumbar yang bersumber dari APBN TA.2018

Kegiatan rehabilitasi Rimbo Hantu Dusun Bateh Samuik Kejorongan Tombang Nagari Sinuruik, kab. Pasaman barat, dengan luas area 100 Hektar (Ha), dan pelaksanaannya diserahkan kepada Kelompok Tani Maju Bersama.

Salah seorang anggota kelompok Tani Maju Bersama yang tidak mau namanya disebutkan mengungkapkan kepada media ini, Selasa (8/9) di Tombang Nagari Sinuruik.

Dikatakannya, “ribuan bibit pohon hanya dibiarkan begitu saja di lokasi dan tidak ditanam sama sekali”.

Namun setelah informasi ini sampai ke sejumlah wartawan, kemudian bibit – bibit tanaman tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh pengurus Kelompok Tani Maju Bersama, bebernya.

“Hampir semua bibit pohon, yang terdiri dari mahoni, alpukat, cengkeh dan bibit lainnya, banyak yang telah mati, karena dibiarkan begitu saja dan tidak ditanam sama sekali”

“Kami anggota kelompok diberikan bibit oleh ketua, sedangkan dana untuk biaya tanam dan perawatan tidak dikasih sama sekali”.

“Karena tidak diberikan biaya tanam dan perawatan, kamipun sepakat, untuk tidak mengambil bibit tersebut. Karena untuk melaksanakan penanaman dan perawatan, tentu butuh biaya”, tambahnya.

“Kami kecewa, karena dana untuk tanam dan perawatan dikoroupsi oleh pengurus.

Untuk itu, kami berharap agar masalah ini segera ditindaklanjuti dan diproses oleh aparatur hukum”, harapnya.

Berdasarkan informasi, dana rehabilitasi hutan yakni Rp900 ribu/Ha, mulai dari proses menanam, biaya pupuk dan perawatan, jelasnya.

Namun, dengan tidak dilaksanakannya kegiatan ini, tentunya telah merugikan negara dan masyarakat.

Yang kedepannya, tentu berakibat buruk bagi kelestarian lingkungan, sehingga dikhwatirkan musibah banjir ataupun longsor mudah terjadi di Kecamatan Talamau.

Hingga berita ini diturunkan media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi dengan pihak terkait.

#Zein

Check Also

OP SDA V Sumbar Pertahankan Kondisi Bendungan Batang Tongar

Padang (LN)—Pemeliharaan bendungan sangat penting dilakukan guna mempertahankan kondisi bendungan agar tetap sesuai dengan fungsinya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *