Home / ---- / THR Wajib Dibayarkan 7 Hari Sebelum Lebaran

THR Wajib Dibayarkan 7 Hari Sebelum Lebaran

PADANG (LN)–Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengeluarkan surat edaran terkait tunjangan hari raya (THR) keagamaan yang ditujukan kepada bupati/walikota se-Sumbar. Dalam surat nomor 562/1078/ED/GSB/2016 tertanggal 14 Juni itu, semua pimpinan perusahaan diimbau untuk membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum lebaran.

Menurut Irwan, pembayaran THR itu sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 06 tahun 2016 tanggal 8 Maret tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Sejak awal kita ingatkan agar bupati/walikota segera menindaklanjutinya sehingga lebih awal pula disampaikan kepada perusahaan di wilayah masing-masing,” kata Irwan kepada wartawan, Selasa (14/6) di Padang.

Gubernur juga mengimbau para pekerja agar tidak melakukan unjukrasa berkenaan dengan pemberian THR keagamaan tersebut. Apabila menghadapi masalah, supaya diselesaikan secara musyawarah bersama pengusaha.

“Bupati/walikota diminta pula membentuk pos komando satuan tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Peduli Lebaran 2016 yang bertugas terhitung H-7 hingga H+7 guna memantau dan memberikan pelayanan kepada pekerja/buruh yang merayakan Idul Fitri,” sebutnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Syofyan, THR keagamaan itu diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Besaran THR, untuk pekerja/buruh yang mempunyai masakerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih dibayarkan sebesar satu bulan upah. Sedangkan yang masa kerjanya 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja/12 dikalikan satu bulan upah.

“Bagi perusahaan yang telah menetapkan besaran nilai THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari THR keagamaan sebagaimana tersebut di atas maka THR keagamaan yang dibayarkan sesuai dengan perjanjian kerja tersebut,” terangnya.

Syofyan yang didampingi Sekretaris Gemala Ranti menyebutkan gubernur juga membentuk Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran 2016 melalui keputusan nomor 019/115/Nakertrans/2016, tertanggal 14 Juni 2016.

Satgas bertugas memantau pelaksanaan pemberian THR keagamaan pekerja oleh perusahaan, memberikan informasi dan membantu penyelesaian permasalahan hubungan industrial yang terkait dengan pelaksanaan perayaan Idul Fitri. Kemudian mengkoordinasikan bantuan pelayanan kesehatan dan keadaan darurat bagi pekerja/buruh yang mudik lebaran.

“Dalam Satgas ini, gubernur sebagai pembina, wagub dan sekdaprov sebagai pengarah dan Kadisnakertrans Sumbar, koordinator. Keanggotaan lain meliputi unsur Triparti dan pengawas ketenagakerjaan,” tambahnya. (015

Check Also

Politik Nawacita Jokowi, Gotong Royong Politik

Penulis : Muhammad Rafik Perkasa Alam Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Untuk Nawacita (ALMAUN) Memasuki …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *