Home / ---- / Transformasi BPD Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah dan Perkuat Ketahanan Industri Perbankan Nasional.

Transformasi BPD Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah dan Perkuat Ketahanan Industri Perbankan Nasional.

bank nagari-dedy 1PADANG (LN)—Keberadaaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari berdampak positif serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Sumbar.

Dalam upaya memperkuat posisi BPD serta lebih kompetitif sehingga dapat meningkatkan kontribusi lebih besar, maka BPD Sumbar harus bertransformasi.

Dilakukannya transformasi BPD ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman komitmen pengurus dan dukungan dari segenap pemangku kepentingan terhadap peningkatan peran BPD dalam pembangunan daerah, ucap Direktur utama Bank Nagari Dedy Ihsan pada acara  “Sosialisasi program transformasi BPD kepada seluruh stakeholder di Padang, Jumat (2/9).

Sambung Dedy lagi, “Program transformasi BPD merupakan inisiatif strategi yang tidak hanya meningkatakan kinerja, ketahanan dan daya saing kelompok BPD, akan tetapi juga berdampak besar terhadap pembangunan ekonomi daerah serta dapat memperkuat ketahanan industri perbankan nasional.

Dalam mewujudkan hal tersebut, tentunya dibutuhkan komitmen serta dukungan dari semua pemangku kepentingan terutama pemerintah daerah (Pemda) dan DPRD untuk terus mendorong perubahan BPD kearah yang lebih baik lagi kedepannya, sampai Dedy.

Sosialisisai sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara otoritas jasa keuangan (OJK) dengan Kementrian dalam negeri yang telah ditandatangani bersama di istana negara saat peluncuran program transformasi BPD pada 26 Mai 2016 lalu oleh president RI Joko widodo.

Transformasi mempunyai visi mewujudkan BPD menjadi bank kompotitif, kuat dan berkontribusi untuk pembangunan daerah melalui tiga tahapan yakni Fase Pembangunan Fondasi (Foundation Building), Fase Percepatan Pertumbuhan (Growth Accelerationojk-nel) dan, Fase Pemimpin Pasar (Market Leadership), Jelas Dedy

Sosialisasi yang dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson tampubolon, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, kepala Asbanda, Kepala OJK Regional V, kepala OJK Sumbar, pemimpin Bank Indonesia sumbar, jajaran komisaris utama, komisaris dan direksi Bank Nagari dan undangan lainnya.

Sementara itu, Nelson Tampubolon mengatakan OJK terus berupaya agar implementasi program transformasi BPD berjalan sesuai harapan.

Dikatakannya, sampai akhir juni 2016 total aset BPD sebesar Rp539,70 triliun atau tumbuh 1,61 persen (yoy). Dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp429.136 triliun atau tumbuh 7,10 persen sedangkan penyaluran kredit sebesar Rp344.896 triliun atau tumbuh 9,27 persen (yoy).

Sementra kontribusi BPD terhadap perekonomian daerah masih kecil dan hal tersebut  tercermin dari porsi kredit produktif yang baru sekitar 29,05 persen dari kredit yang disalurkan, karena Kredit BPD masih di fokuskan pada kredit konsumtif kepada PNS.

Di informasikan Nelson Tampubolon, “Perkembangan perbankan terhadap Kredit dan DPK menujukan trend perlambatan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Kredit dan DPK perbankan per-Maret 2016 masing-masing hanya tumbuh 8,71% dan 6,44% (yoy), turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,28% dan 16,04% (yoy).

Hal ini diikuti oleh pertumbuhan laba yang negatif per Maret 2016 sebesar -2,29% (yoy). Namun demikian, rasio KPMM perbankan masih stabil dikisaran 22,00% sedangkan NPL cenderung meningkat yaitu sebesar 2,83% gross dari sebelumnya 2,40%.

“Pertumbuhan kelompok BPD kami nilai cukup baik. Sampai dengan akhir tahun Maret 2016, total aset BPD sebesar Rp 531,30 triliun atau tumbuh 6,48% (yoy). DPK sebesar Rp 432,44 trilyun atau tumbuh 5,27%, sedangkan penyaluran kredit sebesar Rp 328,19 triliun atau tumbuh 8,12% (yoy),” ujar Nelson.

Sementara itu, Laba BPD dilaporkan tumbuh positif sebesar 7,91% yoy sedangkan KPMM mencapai 20,61%. Rasio gross NPL per Maret 2016 relatif stabil yaitu sebesar 3,89% dari sebelumnya 3,83%. Namun demikian, kontribusi BPD terhadap perekonomian daerah masih kecil tercermin dari pangsa kredit produktif yang baru sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan. Oleh karena itu, kinerja dan peran BPD masih harus ditingkatkan agar benar-benar sejalan dengan misinya sebagai agen pembangunan.

OJK dan Asbanda juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga internasional antara lain Sparkassenstiftung fur International Kooperation (Savings Banks Foundation for International Cooperation) dan World Bank dalam rangka bantuan teknis untuk Program Transformasi BPD.

“Kami mengharapkan dukungan dari lembaga terkait, terutama lembaga internasional seperti ADB, GIZ dan SECO untuk mensukseskan Program Transformasi BPD tersebut,” imbuhnya.

BPD perlu banyak bercermin dari keberhasilan transformasi dan pengembangan bisnis dari lembaga lain baik domestik maupun internasional. Sebagai contoh, keberhasilan Bank Tabungan (Sparkassen) di Jerman antara lain didukung oleh Asosiasi yang profesional dan solid. Sehingga, patut dijadikan salah satu model terbaik untuk pengembangan BPD melalui Strategic Group BPD sebagai wadah pengembangan strategi dan sinergi diantara BPD ke depan. (*)

Check Also

PSBB Sumbar Perlu Dievaluasi, Masih Banyak Didapati Pelanggaran

Padang (LN)—Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumbar yang telah di jalankan baik tahap I, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *