Home / ---- / Diduga, Wali Nagari Koto Malintang Kec. Tanjung Raya Gunakan Ijazah Palsu, Pilwana Tidak Sah dan Cacat Hukum

Diduga, Wali Nagari Koto Malintang Kec. Tanjung Raya Gunakan Ijazah Palsu, Pilwana Tidak Sah dan Cacat Hukum

AGAM (LN)–Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam provinsi Sumatra Barat, yang baru saja dilakukan dianggap tidak sah dan cacat hukum.

Karena, Kemenangan Nazarudin sebagai wali nagari melalui Pilwana Badunsanak serentak adalah ilegal, karena diduga menggunakan ijazah palsu.

Hal itu terungkap dengan adanya perbedaan nama yang ada pada ijazah yang digunakannya.  

Sebagaimana diungkapkan, Sarbaini Chan salah seorang tokoh masyarakat Warga Jorong Rambai Nagari Koto Malintang, kepada Media www.laksusnews.com (10/8) di Agam.

”Saya bingung harus memanggil Wali Nagari ini dengan nama apa…Apakah NAZARUDIN atau NAZIRWAN”, tanya Sarbaini binggung.

Sebab, sebelum mencalonkan diri jadi Wali Nagarai Koto Mlintang, Dia (wali nagari) pernah menjabat sebagai anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Koto Malintang tahun 2007 yang lalu. Pada saat itu dia memakai nama “Nazirwan”.

Hal itu dapat di buktikan dengan surat keterangan atau Bio Data yang merupakan salah satu syarat untuk bisa menjadi anggota BAMUS, beber Sarbaini.

Dia juga melampirkan ijazah MTSN Koto Kecil Kecamatan Tanjung Raya , Kabupaten Agam.

Sedangkan saat mencalonkan diri untuk menjadi Wali Nagari, Dia memakai Ijazah Sekolah Dasar (SD) dan Ijazah Paket. B, dengan nama “Nazarudin”.

Apa bisa Ijazah SD dan ijazah MTSN berganti nama, tanpa adanya Surat Keputusan dari pengadilan untuk pengantian nama, ucap Sarbaini heran.

“Yang anehnya lagi, Nama orang tua dan tanggal lahir pada ijazah tersebut berbeda. Di ijazah atas nama “Nazarudin”, nama orang tuanya adalah “Dt. Majo Sati”, sementara itu di ijazah “Nazirwan” nama orangt tuanya “Amir Husin”.

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang janggal di lakukan Oleh Wali Nagari Koto Malintang ini”.

Seperti di kartu Keluarga (KK) Wali nagari ini membuat nama orang tuanya Bocek.

Sangat Aneh dan membingungkan, kenapa hal ini bisa terjadi, dan kenapa unsur terkait tidak menertibkan masalah ini. Ada apa dengan pemerintahan kecamatan dan Kabupaten Agam, kenapa Bungkam alias diam saja, ucap Sarbaini kesal.

Sementara itu, Wali Nagarai Koto Malintang saat dikonfirmasi oleh media ini via selulernya ke nomor 08217022XXXX tidak mau menerima telfon. Di SMS pun tidak ada balasan.

Menaggapi hal tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Agam Helmon Dt Hitam di Ruangan, Jumat (11/08) mengatakan, “Seharusny panitia pelaksana Wali Nagari (Pilwana) lebih selektif dalam meneliti semua administrasi para Calon Wali Nagarai agar hal seperti ini tidak terjadi”.

Kenapa munculnya informasi ini ketika pemilihan Wali Nagari telah selesai, sesal Helmon Dt Hitam.

Meskipun demikian, apabila ada unsur pemalsuan data yang di lakukan oleh Wali Nagari tersebut, silahkan panitia Pilwana menyerahkannya ke ranah hukum untuk di tindak lanjuti dan di selidiki oleh penegak hukum di Kabupaten agam ini, supaya nantinya tidak ada timbul praduga tak bersalah, sarannya.

Disampaikannya juga, sebelumnya dirinya pernah juga menerima laporan terkait dengan permasalahan ini dari masyarakat secara lisan. Tapi karena tidak ada dasar bukti maka tidak dapat disingkapi, terangnya. (Dika)

Check Also

Salah Seorang Terduga Teroris Pembakaran Mako Polres Dharmasraya Merupakan Anak Polisi Polres Muaro Bungo

Dharmasraya—Salah seorang terduga teroris, pembakaran Mako Polres Dharmaaraya yang tewas ditembak Eka Fitra Akbar merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *