Home / ---- / Ganti Perusahaan untuk “Kelabui Publik”, Proyek Gedung Kebudayaan Sumbar Terindikasi “Dimonopoli”

Ganti Perusahaan untuk “Kelabui Publik”, Proyek Gedung Kebudayaan Sumbar Terindikasi “Dimonopoli”

Padang (LN)—Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (GKSB) memiliki kompleks gedung yang berfungsi sebagai tempat pameran,  pertunjukan, dan berbagai  kegiatan  senilainnya. Fungsi dari Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (GKSB) adalah sebagai pusat budaya termasukdi dalamnya pengembangan dan pengolahan pusat dokumentasi, etalase, dan  informasi seni  budaya dan pariwisata Sumatera Barat Khususnya, Indonesia pada umumnya.

Cagar budaya merupakan   kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan,  dan   kebudayaan  dalam  kehidupan bermasyarakat,  berbangsa,  dan  bernegara sehingga perlu dilestarikan   dan  dikelola  secara tepat melalui upaya  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan   dalam  rangka  memajukan  kebudayaan nasional, manfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat telah melakukan upaya penanganan Sarana dan Prasarana serta infrastruktur untuk pelestarian budaya dan sejarah, salah satu diantaranya adalah Pembangunan Gedung Kebudayaan SumateraBarat tersebut.

Melalui APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2019 dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Nomor : 1.01.03.1.01.03.01.036.004.5.2.3.49.0009 tanggal 21 Januari 2019 pada OPD Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat telah dialokasikan dana untuk Pembangunan Gedung  Kebudayaan  Sumatera Barat Zona B Lanjutan (Tahap 2).

Bukti nyata upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada, antara lain dengan melakukan Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Pekerjaan Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat ZonaB Lanjutan (Tahap 2) serta  sinkronisasi dengan rencana Pembangunan Gedung Kebudayaan Zona C.

Hal itu dijelaskan, Dinas PUPR Sumbar melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat ZonaB Lanjutan (Tahap 2), ZEN, A. Md dalam dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) beberapa waktu lalu, di Padang.

Secara umum pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Pekerjaan Pondasi (pile Cap dan Sloof) as G, Pekerjaan Struktur Lantai 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 7, 5 (as G sampai dengan as N), Pekerjaan Core Lift (as G) dan Pekerjaan Shear Wall (as H dan as M)

Biaya pekerjaan dibebankan pada APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019. Pagu Anggaran adalah sebesar Rp.32.597.032.500 dengan Jangka waktu pelaksanaan selama 6 bulan atau 180 hari kalender.

Berdasarkan hasil tender, maka ditunjuk PT. RIMBO PERADUAN, beralamat di Jl. Inu Kertapati No. 37 A Telanaipura, Jambi sebagai pemenang, dengan harga penawaran sebesar Rp28.125.676.441,35.

Meskipun perusahaan ini beralamat di Jambi, namun kontribusi perusahaannya (Red, PT. Rimbo Paraduan) untuk pembangunan di Sumbar sanggat menjadi perhatian public. Karena, beberapa proyek strategis yang ada di Sumbar cendrung jatuh ke tangannya.

Begitu juga dengan Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat ini. Yangmana pada tahun 2015 lalu juga dikerjakan PT. RIMBO PARADUAN dengan anggaran dana sebesar Rp13.003.375.000.

Kemudian TA. 2018 pelaksanaan Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat kembali dilanjutkan, dikerjakan oleh perusahaan luar sumbar, beralamat di Makasar yakni PT. HAKA UTAMA dengan harga penawaran Rp31.290.647.114.

Disinyalir, PT. HAKA UTAMA sengaja dipinjam (rental) untuk mendapatkan proyek tersebut, yang tujuannya untuk menyamarkan kepada publik.

Berdasrkan fakta, pada tahun 2018 itu, PT. RIMBO PARADUAN tidak ikut tender pembangunan gedung Kebudayaan Sumbar. Akan tetapi peralatan dan personil yang dipakai PT. HAKA UTAMA mayoritas berasal dari PT. RIMBO PARADUAN.

Menurut sumber terpercaya, PT. HAKA UTAMA masih kelompok (grup) dengan PT. RIMBO PARADUAN. Dan PT. HAKA UTAMA sengaja dipinjam oleh Pimpinan PT. RIMBO PARADUAN berinisial “SH” untuk mendapatkan proyek tersebut.

Kemudian, pada tahun 2019 ini, PT. RIMBO PARADUAN kembali ditunjuk untuk mengerjakan Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat ZonaB Lanjutan (Tahap 2).

Bagaimanakah pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat Zona.B Lanjutan (Tahap 2) yang dikerjakan PT. RIMBO PERADUAN ini..?

 

Tunggu berita selanjutnya.

#Tim

Check Also

Hadapi Pasar Global, Dinas Perdagangan Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Kwalitas Produk

Padang (LN)–Dinas perdagangan kota padang tidak henti hentinya mendorong meningkatkan potensi pelaku usaha. Agar bisa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *