Home / ---- / IAIN Imam Bonjol Berubah Status, IAIN Jadi UIN Imam Bonjol

IAIN Imam Bonjol Berubah Status, IAIN Jadi UIN Imam Bonjol

Padang (LN)–Kepulangan Rektor, DR. Eka Putra Wirman, M.A dari Jakarta membawa Prepres No. 35/2017 tentang alih status IAIN Imam Bonjol Padang manjadi UIN Imam Bonjol disambut gembira oleh civitas akademika dengan sujud syukur bersama, pagi ini (6/4/17) di Mesjid kampus. Sebelum memasuki mesjid, Rektor disambut dengan pengalungan bunga oleh Senat Universitas yang dilakukan oleh Prof. DR. Syafruddin, M.Pd disaksikan seluruh jajaran pimpinan dan mahasiswa.

Setelah shalat dhuha dan sujud syujud, DR. Eka Putra dalam orasinya, disamping menyatakan bahwa alih status menjadi UIN adalah nikmat yang musti disyukuri oleh seluruh civitas akademika UIN Imam Bonjol, ia juga menjelaskan proses panjang upaya alih status dimaksud. Eka mengungkapkan bahwa ide atau wacana perubahan menjadi UIN sesungguhnya sudah berkembang lebih dari sepuluh tahun yang lalu, namun secara kongkrit upayanya dalam bentuk penyusunan dan pengiriman proposal dilakukan pada tahun 2012, dimasa Prof. DR. Makmuss Syarif, M.Ag menjadi rektor.

Proposal tersebut setelah diuji di Kementerian Agama dengan nilai tertinggi, selanjutnya diproses di Kemenpan, KanSekneg, sampai kemudian keluar izin prinsip. Sejak keluarnya izin prinsip juga mengalami proses yang cukup panjang hingga ditandatangani oleh presiden dalam bentuk Perpres setelah diparaf oleh tiga menteri, yakni Menteri Agama, MenPAN dan Menkumham.

Lebih jauh Rektor Eka menyatakan bahwa yang lebih penting dari perubahan status IAIN menjadi UIN Imam Bonjol adalah perubahan mindset civitas seluruh akademika, pimpinan, dosen, karyawan dan juga mahasiswa. Perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak yang disesuaikan dengan level universitas Islam. Cara berpikir yang cerdas, terukur dan inovatif, sikap yang berintegritas dan tindakan yang sistematis serta bertanggungjawab.  

UIN adalah milik kita bersama. Maju tidaknya UIN kedepan bergantung pada perubahan mindset civitas akademika. Untuk itu DR. Eka mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama sama berbenah diri, seayun selangkah menuju ke arah perubahan yang terbaik. Terbaik bagi lembaga, terbaik umat dan bangsa.

Dalam proses syukuran tersebut, Prof. DR. Duski Samad, M.Ag yang diminta memberikan taushiyah, menjelaskan tiga point yang musti dilakukan dalam upaya mewujudkan perubahan yang dimaksudkan rektor.

Pertama, semua unsur harus mengenal sistem, bekerja sesuai dengan sistem yang sudah dibentuk dan disepakati. Kedua mengenal aktor, yakni siapa mengerjakan apa. Artinya setiap personal dalam suatu sistem sudah memiliki tupoksi masing-masing, maka kerjakanlah apa yang menjadi tanggungjawab masing-masing, jangan mengurus pekerjaan yang bukan tanggungjawabnya. Ketiga adalah sikap kesediaan atau kemauan kuat untuk berubah ke arah yanglebih baik. EN.    

Check Also

Jalin Tali Kasih, IKW RI Kerjasama Humas Polda Sumbar Salurkan Bantuan Sembako

Padang (LN)– Ikatan Keluarga Wartawan (IKW-RI) Sumbar Bekerja sama dengan Humas Polda Sumbar dan Humas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *