Home / ---- / Kadis PUPR Sumbar, Fathol : Tata Ruang Mandeh untuk Pembangunan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Kadis PUPR Sumbar, Fathol : Tata Ruang Mandeh untuk Pembangunan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Pesel (LN)—Kawasan Strategis Provinsi Sumatera Barat salah satunya adalah Kawasan Mandeh. Penataan ruang Kawasan Mandeh diprioritaskan karena mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam lingkup provinsi.

Pengaruh yang tinggi terhadap ekonomi, sosial, budaya, lingkungan serta pendayagunaan sumber daya alam. Kearifan lokal menjadi poin penting ketika berbicara pariwisata berkelanjutan.

Apabila suatu destinasi wisata mempertahankan tata cara tradisional maka dapat dipastikan mereka bisa bertahan lama. Konsep ini menjadi sebuah pegangan bersama dan aturan yang harus dijalankan dalam semua sendi kehidupan masyarakat.

Dengan kata lain, menjaga keseimbangan alam merupakan kearifan lokal karena sudah menjadi keyakinan yang dipegang oleh masyarakat.

“Kebudayaan merupakan dasar pembangunan kepariwisataan Sumatera Barat. Pengembangan destinasi wisata sebagai salah satu pilar pembangunan kepariwisataan nasional, esensinya merupakan pelestarian warisan kebudayaan, dengan pemanfaatan ruang yang tepat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat, Ir Fathol Bari MSc (Eng).

Kearifan lokal merupakan adat dan kebiasan yang telah mentradisi dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara turun-temurun yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat.

Kearifan lokal (Local Wisdom) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

Pengembangan Kawasan Mandeh dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lebih terarah, terpadu dan memberikan hasil guna yang lebih optimal bagi daerah
dimana kawasan pariwata berlokasi.

Beberapa aspek penting yang menjadi dasar konsep pengembangan Kawasan Mandeh antara lain adalah efisiensi, tata ruang dan lingkungan hidup.

Aspek efisiensi merupakan satu dasar pokok yang menjadi landasan pengembangan Kawasan Mandeh.

Melalui pembangunan Kawasan Mandeh maka bagi investor pengguna kapling Mandeh akan mendapatkan lokasi kegiatan terbangun yang sudah baik dimana terdapat beberapa keuntungan seperti bantuan proses perizinan, ketersediaan infrastruktur yang lengkap, keamanan dan kepastian tempat usaha yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.

Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, dengan konsep pengembangan kawasan mandeh, berbagai jaringan infrastruktur yang disediakan ke kawasan mandeh akan menjadi lebih efisien karena dalam perencanaan infrastruktur kapasitasnya sudah disesuaikan dengan kegiatan
pariwisata yang berada di kawasan Mandeh.

“Pengembangan Kawasan dengan konsep Permukiman Wisata,sehingga yang akan ditonjolkan adalah keberadaan zona-zona wisata sebagai pembentuk zona utama kawasan, serta didukung dengan zona perdagangan, zona pemerintahan, dan zona permukiman perkotaan sebagai zona pendukung dan zona lainnya, seperti sarana pelayanan umum dan pertanian sebagai zona pelengkap,” jelas Kasi Pembinaan Tata Ruang, Eko Juandri ST MT.

Selaras dengan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata di Indonesia, maka pengembangan Kawasan Mandeh sebagai destinasi pariwisata ditujukan untuk meningkatkan daya saing nasional melalui wisata bahari, wisata alam, dan wisata budaya. Dalam konstelasi nasional, pengembangan Kawasan Mandeh diposisikan sebagai destinasi pariwisata bagi wilayah Indonesia bagian barat.

Dari 12 destinasi pariwisata kebaharian di Indonesia yang diprioritaskan, hanya 3 destinasi yang berlokasi di wilayah Indonesia bagian barat. Sehingga,
pengembangan Kawasan Mandeh sebagai destinasi pariwisata bahari, dapat memperluas alternatif dan pilihan bagi pelaku wisata bahari.

Dalam posisi tersebut, maka Kawasan Mandeh harus berperan sebagai unsur vital dan penggerak utama perjalanan dan kunjungan wisatawan ke wilayah Indonesia bagian barat.

Dalam konsep penataang ruang ke depan diharapkan segala potensi yang berada di Kawasan Mandeh dikembangkan dalam bentuk pengelolaan wilayah Pesisir terpadu.

Potensi perikanan dan potensi wisata dapat saling bersinergi pertumbuhannya dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah. Program pengembangan kepariwisataan ditujukan pada kawasan unggulan wisata maupun kawasan potensial wisata.

”Tata ruang berharap mampu membangun struktur ruang pariwisata melalui penetapan pusat-pusat distribusi dan pelayanan pariwisata pada skala regional dan di dalam Kawasan Mandeh secara internal. Serta mendukung pembentukan struktur ruang pariwisata melalui pemantapan sistem dan jaringan transportasi untuk meningkatkan aksesibilitas eksternal dan internal,” tambah Kadis PU Sumatera Barat.

Adanya kesempatan untuk menetapkan penataan ruang berdasarkan fungsi
pengembangan pariwisata, konservasi lingkungan, dan kerawanan bencana alam. Menetapkan batas (threshold) daya-dukung lingkungan bagi pengembangan pusat-pusat kegiatan dan pelayanan dan pemanfaatan ruang pariwisata sesuai dengan kondisi fisik dan ekologis setempat.

“Jadi dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan, kebudayaan suatu daerah harus diutamakan. Kegiatan pembangunan kepariwisataan semestinya dapat berkontribusi dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan,” katanya.

Kearifan lokal dan kekayaan budaya setempat merupakan warisan yang harus dijaga oleh seluruh kalangan, terutama oleh masyarakat setempat dengan memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat.

“Kebijakan pembangunan kepariwisataan dan kegiatan kepariwisataan harus dilaksanakan dengan memperhatikan keselarasan dengan penataan ruangan wilayah. Sehingga keindahan, nilai arkeologis dan budaya yang harus dilindungi, untuk diteruskan kepada generasi mendatang, dapat terlestarikan dengan baik. Selain itu, kegiatan
kepariwisataan juga harus bisa menjamin agar produk budaya tradisional, dan kerajinan tetap dapat berkembang, dan tidak menjadi produk standar,” ujar Fathol Bari. (*)

Check Also

BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Padang (LN)—BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *