Home / ---- / Pemprov Sumbar Lakukan MOu Dengan 4 Kab/Kota Pengurangan Pencemaran Batang Agam
????????????????????????????????????

Pemprov Sumbar Lakukan MOu Dengan 4 Kab/Kota Pengurangan Pencemaran Batang Agam

AGAM (LN)–Sungai Batang Agam merupakan salah satu sungai yang mengalir di Provinsi Sumatra Barat dengan melintasi kabupaten/kota yang padat aktivitas. Beberapa tahun belakangan kondisi kualitas sungai batang agam semakin menurun. Dimana indeks pencemaran sungai pada tahun 2011 yakni 81,85 dengan kategori baik. Tetapi seiring berjalan waktu pada tahun 2015 indeks hanya sekitar 61,40 yang masuk kategori kurang dan tendesinya cenderung turun.

Sehingga dengan tendensi yang cenderung turun itu, membuat sungai batang agam semakin tercemar. Sehingga, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengambil tindakan dengan membuat kesepakatan dengan Bupati/Walikota yang daerahnya dilewati sungai batang agam seperti Limapuluhkota, Bukittingi, Kabupaten Agam dan Kota Payakumbuh untuk sepakat dalam penanggulangan pencemaran batang agam.

“Karena, sungai batang agam yang hulunya ada di Agam, melalui Payakumbuh dan Bukittingi, serta hilirnya ada di Limapuluh Kota, sesuai aturan yang berlaku. Maka, Pemerintah Provinsi ikut serta dalam mengatasi pencemaran sungai batang agam dengan melaksanakan MOU untuk mengambarkan komitmen Bupati/Walikota dibawah koordinasi Gubernur untuk menyelesaikan pencemaran sungai tersebut,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai menandatangani kesepakatan bersama tentang penurunabn eban pencemaran sungai batang agam, di Istana Gubernuran, Kamis (13/10).

Ia menambahkan, setelah tandatangan kesepakatan, minggu depan tim kecil yang mewakili Kab/Kota dibawah koordinasi gubernur untuk menginvetarisir pencemaran tersebut. “Baik pencemaran dari limbah domestik (padat dan cair), rumah sakit, perhotelan, rumah potong hewan, industri kecil dan lain-lain untuk dilakukan pedataaan dan pengecekan kelokasi untuk ditindaklanjuti,” ulasnya.

Tambah Irwan, jika ada yang ditemukan dari hasil pendataan dan pengecekan oleh tim yang membuang limbang ke sungai batang agam akan dilakukan peneguran kepada yang bersangkutan. Tapi jika telah ditegur tetap tidak memperbaiki sesuai aturan akan dikenakan sanksi.

“Setelah ditegur tidak juga diperbaiki akan kita kenakan sanksi termasuk dipidanakan kepada pihak Kepolisian, baik itu dari limbah domestik (padat dan cair), rumah sakit, perhotelan, rumah potong hewan, industri kecil dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada Walinagari maupun Lurah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membuang hasil limbahnya ke dalam sungai batang agam.

Sementara itu, Kepala Bapeldalda Sumbar, Asrizal Asnan menyatakan, batanbg agam sudah masuk tercemar berat, batang agam sungainya melintasi lintas Kabapaten/Kota. “Ada sekitar empat Kab/Kota yang dilewati,” ujarnya.

Tambahnya, oleh karena itu dari beberapa sungai lintas yang masuk skala prioritas seperti sungai batang agam dengan membuat komitmen bersama kepala daerah. “Tidak hanya satu daerah yang kerja untuk mengatasi persoalan ini, sehingga dengan bersinergi kepala daerah yang daerahnya dilintasi sungai batang agam dapat segera mengatasi persoalan pencemaran sungai batang agam,”tuturnya.

Lanjutnya, saat ini pencemaran sungai batang agam indeksnya pencemaranya sudah mencapai 61,40 termasuk kategori kurang. “Kita berharap indeksnya bisa mencapai sekitar 82 keatas, sehingga dengan komitmen bersama ini target untuk mencapai indeks 82 keatas serta sungai batang agam dapat kembali indah seperti dulu. Saya optimis target bisa dicapai jika bersama-sama melaksanakan program ini,” tukasnya.

Asrizal menambahkan, dengan ada komitmen bersama ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sungai yang melintasi daerahnya.

Check Also

Terbongkar, Dinsos Padang Ajukan Data Fiktif, Dana BLT Bantuan Covid 19 Rp1,1 Milyar Terindikasi Digelapkan

Padang (LN)—Bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat kota Padang yang terkena dampak covid 19 TA.2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *