Home / ---- / Raskin “Begalau “, Warga Miskin Kelurahan Parupuk Tabing “Kecewa”

Raskin “Begalau “, Warga Miskin Kelurahan Parupuk Tabing “Kecewa”

PADANG (LN)— Warga Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang heboh dengan kesimpang siuran data penerima raskin, pasalnya banyak warga miskin yang tidak menerima beras tersebut. Seperti yang terjadi, adanya data masyarakat miskin yang sebelumnya masuk dalam daftar penerima raskin, namun kini hilang.

Sebagaimana yang disampaikan salah seorang warga Anwardi alias Buyung Konot mengatakan “ Baa ko pak, namo ambo hilang se dari data kantua lurah ko, padahal bulan kapatang kami lai manarimo bareh, tapi kini indak ado se lai, tu lah kami tanyoan ka ibuk tu, kecek nyo, lai ado kupon awak, kalau indak ado kupon indak dapek ma ambiak bareh”

(bagaimana ini pak, nama saya hilang saja dari data kantor lurah ini, padahal bulan kemarin kami menerima beras, tapi sekarang ini tidak ada saja lagi, kami sudah menanyakan ke ibuk itu, katanya, ada bawak kupon kamu, kalau tidak ada kupon tidak dapat mengambil beras)

Yeni Mengatakan, “kami butuh beras ini pak, itu yang bisa kami harapkan buat makan sehari-hari”, ucapnya menghiba.

KK dan KTP sudah kami kumpulkan kepada pihak kelurahan agar bisa mendapatkan raskin, namun upaya itu sia-sia, karena pihak kelurahan menolak memberikan raskin apabila tidak memiliki kupon pengambilan tersebut, paparnya.

Lurah Parupuk Tabing, Syafrul mengatakan, “Untuk kelurahan Perupuk Tabing ada sekitar 1.000 keluarga miskin, sementara yang dibantu raskin hanya separohnya, sehingga banyak yang tidak mendapatkan jatah raskin ini, jelasnya.

Sebagaimna tercatat, Data penerima raskin di Kelurahan Papupuk Tabing untuk priode Januari 2016, sebanyak 596 KK, dengan jumlah 8.940 kilogram dengan nilai nominal Rp,14.304.000,00.

Sambungnya, untuk permasalahan warga miskin yang belum menerima saat sekarang ini, pihak kelurahan akan mencarikan solusinya dengan mengajukan penambahan kuota kepada pemko Padang.

Selain itu, ”kami akan melakukan musyawarah bersama dengan RT, RW, LPMK, Tokoh Pemuda dan warga yang mengeluh dengan permasalahan ini, kami akan mencoba merembukkan kembali bagaimana caranya supaya pembagian raskin ini merata, bagaimanapun nantik hasilnya nanti akan kami sampaikan hasilnya, tutur Lurah. (Aad)

Check Also

Ganti Perusahaan untuk “Kelabui Publik”, Proyek Gedung Kebudayaan Sumbar Terindikasi “Dimonopoli”

Padang (LN)—Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (GKSB) memiliki kompleks gedung yang berfungsi sebagai tempat pameran,  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *