Home / FEATURED / Ribuan Situs Di Puncak Penanggungan Serta Misteri Keberadaan Sebuah Altar
Menyambut mentari pagi di puncak penanggungan

Ribuan Situs Di Puncak Penanggungan Serta Misteri Keberadaan Sebuah Altar

MOJOKERTO, (LN) – Sinar kuning keemasan mentari menyeruak dari balik awan di ufuk timur. Para pendaki yang berada di Puncak Penanggungan pun sibuk mengabadikan moment tersebut sembari menikmati puncak Mahameru yang tampak di sisi tenggara. Beberapa di antaranya juga terpaku menikmati keanggunan Puncak Gunung Welirang dan Arjuna di sisi selatan Penanggungan.

Di Puncak Penanggungan, orang-orang yang sibuk berfoto tampaknya tak menyadari jika di puncak gunung yang selalu diselimuti kabut ini konon ada sebuah altar kuno yang hingga kini keberadaannya masih misteri. Namun, di lereng puncak sisi utara, kini juga ada bangunan baru yang menyerupai altar dan kemungkinan digunakan untuk menggelar upacara.

Altar kuno di Puncak Penanggunan ini memang masih belum ditemukan, namun menurut tim Ekspedisi Gunung Penanggungan Ubaya, Kusworo, kemungkinan altar itu dulu ada meski belum bisa dibuktikan. Ia sendiri percaya altar itu ada mengingat sebaran peninggalan di lereng-lereng gunung ini. “Dilihat dari banyaknya peninggalan di Gunung Penanggungan, bisa jadi situsnya ya gunung itu sendiri,” kata Kusworo Rahadyan.

Selain itu, sampai saat ini juga masih dijumpai sisa-sisa jalur kuno yang menghubungkan antar-candi atau situs. Saat awak media ini menyusuri jalur turun ke arah Kedungudi juga melalui jalur setapak yang tertata rapi. Batu-batuannya tertata rapi namun kadang terputus di suatu tempat kemungkinan karena faktor alam seperti longsor.

Menurutnya, kalau altar itu masih ada di suatu tempat lebih baik begitu selagi kita belum bisa sepenuhnya melindungi situs-situs yang jumlahnya ratusan di kawasan gunung ini. Ia berharap, ke depan bisa diatur sedemikian rupa dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk perlindungan kawasan ini. Sebab, masih banyak situs-situs yang belum tergali informasi detailnya sehingga para peneliti penting untuk melakukan penelitian situs-situs tersebut.
(Okezone/ris/snd)

Check Also

Ganti Perusahaan untuk “Kelabui Publik”, Proyek Gedung Kebudayaan Sumbar Terindikasi “Dimonopoli”

Padang (LN)—Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (GKSB) memiliki kompleks gedung yang berfungsi sebagai tempat pameran,  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *