Home / ---- / Takut “Permainan Kotornya” Terbongkar, Kepsek SDN 18 Alang Lawas “Kabur”

Takut “Permainan Kotornya” Terbongkar, Kepsek SDN 18 Alang Lawas “Kabur”

PADANG (LN)—Terkait dengan pemberitaan sebelumnya, berjudul “Penerimaan Siswa Baru Dijadikan Ajang Cari Keuntungan, Sekolah Jual Pakaian Seragam Diatas Harga Pasar, Orangtua Murid Merasa “Diperas

Kepala sekolah SDN 37 Alang Lawas, Sri Hartati saat dikonfirmasi, Selasa (21/6) membantah menjual empat stel pakaian seragam sekolah dengan harga Rp800ribu.

Dikatakannya, “SDN 37 Alang Lawas hanya menyediakan tiga stel pakaian seragam yakni pakaian batik, muslim dan olahraga, ditambah satu buah buku belajar menulis yang dipatok harga sebesar Rp350ribu.

Dan penjualan pakaian seragam sekolah itu dikelola oleh koperasi pegawai negeri (KPN) yang berada dibawah Dinas pendidikan Kota Padang, sebut Sri berupaya untuk berdalih meskipun diraut wajahnya terlihat agak pucat pasi.

Sementara itu, Kepsek SDN 18 Alang lawas, Lirdha saat dikonfirmasi, Selasa (21/6) langsung kabur meninggalkan kantornya, setelah menerima telpon dari seseorang. Reaksi Lirdha yang mulanya normal, spontanitas berubah lalu tergopoh-gopoh pergi dengan alasan mau menemui Kepala UPTD Padang Selatan.

Kuat dugaan, telpon masuk berasal dari Kepsek SD 37 Alang Lawas, Sri Hartati yang baru saja ditemui media ini. Karena SDN 18 Alang laweh berada di satu komplek yang sama dengan SDN 37 Alang Lawas, sehingga aktivitas yang ada di lingkungan komplek sekolah dapat terpantau.

Ucapan Lirdha untuk menemui kepala UPTD Padang Selatan ternyata bohong. Terbukti saat di tinjau ke kantor UPT Padang Selatan ternyata Lirdha tidak berada disitu.

Selanjutnya, Kepala UPTD. Padang selatan, Damaisutri didampingi Pengawas Sekolah saat ditemui, selasa (21/6) terkait permasalahan tersebut berjanji untuk menuntaskannya, dengan menelusuri kebenaran serta memanggil kepsek untuk meminta keterangannya.

Dikatakan Damaisutri, “Saya akan memanggil kepsek terkait besok untuk mendapatkan penjelasan terkait permasalahan ini. Padahal baru beberapa hari lalu dilakukan rapat, memerintahkan agar sekolah tidak melakukan punggutan dalam bentuk apapun juga sesuai dengan  edaran dinas pendidikan kota Padang.

Dilain pihak, Menanggapi persoalan ini, Syafrizal Polanco salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, “Sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Utamanya, Pasal 181 dan 198. Disebutkan, mulai dari pendidik atau tenaga pendidik, komite sekolah dan dewan pendidikan, baik secara perseorangan atau kolektif, tidak diperbolehkan menjual pakaian seragam ataupun bahan seragam sekolah.

Sambungnya lagi, “Jadi di dalam aturan itu secara jelas melarang melakukan bisnis di sekolah. jika tetap dilakukan maka itu adalah pelanggaran, ucap Syafrizal tegas.(Bersambung)

Check Also

BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Padang (LN)—BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *