Home / ---- / Terasa Aneh dan Janggal, Komisi III DPRD Padang Kritisi Permintaan Penambahan Modal Pembangunan RSUD dr. Rasidin

Terasa Aneh dan Janggal, Komisi III DPRD Padang Kritisi Permintaan Penambahan Modal Pembangunan RSUD dr. Rasidin

PADANG (LN)–Permintaan penambahan modal untuk pembangunan RSUD dr. Rasidin oleh Pemerintah Kota Padang sekira Rp65,877 miliar mendapat kritisan tajam dari DPRD Kota Padang. 

Sebagaimana dijelaskan Anggota Komisi III DPRD Kota Padang H. Maidesta Hari Mahesa kepada media, Rabu (16/8) di Padang.

Dikatakannya, “Penambahan modal RSUD dr. Rasidin sanggat terasa aneh dan janggal. Padahal pada tahun 2015 lalu, DPRD dan Pemko Padang sudah menyepakati pinjaman melalui anggaran PPIP untuk pembangunan RSUD dr. Rasidin sebesar Rp83 miliar dengan rincian untuk pembangunan fisik Rp65,877 miliar, Alkes Rp14,5 miliar dan sisa tender Rp2,463 miliar”.

Disaat itu disampaikan Pemko melalui pihak RSUD, dengan anggaran sebesar itu semua sudah bisa selesai lengkap dengan seluruh sarana dan prasarana layaknya sebuah rumah sakit umum, ingatnya.

“Sebelumnya Pemko Padang sudah di wanti-wanti, mengingat anggaran tersebut merupakan pinjaman dari pihak ketiga (PPIP) yang akan diangsur melalui APBD plus bunganya. Nyatanya saat ini minta tambahan anggaran pembangunan RSUD lagi dan saat ini hanya 30-40 persen yang baru bisa bermanfaat,” ucap Esa yang merupakan politisi PPP ini heran.

Menurut Esa, usulan penambahan anggaran ini muncul di APBD murni 2018. Itu diketahui saat rapat KUA-PPAS beberapa waktu lalu.

“Hal ini menjadi pertanyaan serius dan saya selaku anggota fraksi PPP minta ini agar dipending terlebih dahulu agar ada kajiannya, kemana dan bagaimana anggaran yang akan kita keluarkan ini,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, “Pihaknya tidak mengetahui teknisnya bagaimana sampai terjadi tidak terselesaikannya pembangunan RSUD dr. Rasidin sebagaimana yang dibuat dalam proposal awal. 

Melihat kondisi yang ada, maka dirinya akan mempertanyakannya persoalan ini sedetil -detilnya.

“Pertanyaannya, untuk penambahan anggaran pembangunan RSUD dr. Rasidin sebesarRp65 miliar dibandingkan pinjaman PPIP Rp83 miliar, artinya bisa dikatakan 80 persen tambahan anggaran tersebut yang akan menggunakan APBD murni,” pungkasnya.

Berdasarkan penjelasan Direktur RSUD dr. Rasidin yang sekarang, ungkap Esa lagi, ada kekurangan-kekurangan atau tidaknya termasuk dalam perencanaan kemarin itu.

“Saya menegaskan pada beliau, kita tidak ingin hanya bicara lisan saja akan tetapi saya minta agar melihatkan dokumen lengkap dari awal sampai akhir dengan penjelasannya,” cakapnya.

“Kalau perlu konsultan perencanaan yang dari awal, kita undang untuk menjelaskan hingga akhir. Dan yang herannya lagi, kok bisa adendumnya bisa sampai lima kali perubahan. Tak masuk akal juga, masa iya usulan penambahan anggaran pembangunan RSUD dr. Rasidin ini samo gadang pulo nasi jo tambuahnyo,” tegasnya.

#Ln/fh/bs/by

Check Also

Penutupan Giat Florikultura 2019, Wawako Padang : Padang Siap Songsong PENAS Tani 2020

Padang (LN)—Acara Giat Florikultura Indonesia 2019, akhirnya secara resmi ditutup oleh wakil walikota Padang, Minggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *