Home / ---- / Terindikasi Material Tidak Sesuai Spek dan Ilegal, Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru Amblas

Terindikasi Material Tidak Sesuai Spek dan Ilegal, Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru Amblas

Padang (LN)—Pembangunan jalan Tol Padang – Pekanbaru mendapat sorotan publik.

Karena, pada beberapa waktu lalu lapisan penopang pada ruas jalan STA 4+600 sampai 6+100 mengalami longsor.

Kondisi itu, menjadi viral diberbagai media sehingga menimbulkan pertanyaan serta spekulan dari berbagai pihak.

Terkait hal itu, PT. Hutama Karya (HK) Marthin Singal ketika dikonfirmasi via telpon selular, Selasa (27/4) ke nomor 0811-491-xxx menjelaskan,

Realisasi bobot pekerjaan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru hingga minggu terakhir, tertanggal 17 april 2021 sudah mencapai 39,93%

Sedangkan untuk spek material lapisan penopang yang digunakan haruslah berdasarkan Spesifikasi Teknis Pekerjaan Perbaikan Tanah Pasal 1.6.2 ketentuan material Pasir untuk Load Transfer Platform diantaranya tidak mudah hancur oleh cuaca, panas dan hujan, Bersih dan bebas material organic, Bergradasi baik dan Kandungan tanah lempung <15%

Untuk ketebalan lapisan loading transfer platform / LTP sesuai dengan desain rencana adalah satu meter

Hingga saat ini tidak ada perubahan/addendum terhadap spesifikasi pasir yang digunakan, spesifikasi tetap sama.

Lebih jauh Martin memaparkan, Material penopang atau LTP tetap menggunakan material yang sesuai spesifikasi.

Sesuai hasil rapat dengan engineer dan pelaksana pekerjaan untuk material tras ataup pozzolan bisa digunakan jika memenuhi spesifikasi sesuai jawaban poin 2 di atas.

Realisasi Pekerjaan LTP STA 4+200 sd 5+500 menggunakan pasir Pasaman dan Pasir Lubuk Alung sesuai spesifikasi, berdasarkan hasil pengajuan material.

Sedangkan pada pekerjaan LTP STA 5+500 sd 6+050 menggunakan campuran pasir dan tras dengan memenuhi standar spesifikasi sesuai jawaban poin 2 diatas, berdasarkan hasil pengajuan material.

Sementara itu, Mr. X Salah seorang sumber yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, Kuat dugaan material lapisan penopang yang digunakan untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tidak sesuai dengan speksifikasi yang telah ditentukan.

Terbukti, ketika datangnya hujan material yang sudah terpasang itu mudah hancur terbawa arus air.

Namun begitu, guna memastikannya maka material tersebut harus dilakukan uji labor.

Perlu diketahui, harga material pasir apabila dibandingkan dengan harga material pozzolan terdapat selisih harga yang signitifikan.

Parahnya, sebahagian material yang digunakan untuk pembangunan jalan tol Padang -Pekanbaru itu, disinyalir tidak memiliki izin (ilegal), ungkapnya.

Kita berharap adanya sikap tegas dari Aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut ketimpangan yang terjadi supaya terwujudkannya pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru yang kuat dan kokoh sesuai dengan yang diharapkan, harapnya.

Jangan dijadikan proyek jalan tol ini sebagai ladang untuk meraup keuntungan besar sehingga mengenyampingkan mutu dan kualitas pembangunan, ingatnya

Hingga berita ini diturunkan media ini masih berupaya untuk mengumpulkan data, informasi serta keterangan dari pihak terkait lainnya. 

#tim

Check Also

BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Padang (LN)—BPPW Sumbar Bersinergi dengan Pers, Dorong Percepatan Pembangunan di Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *